Masjid Negara IKN Dorong Pendidikan dan Sosial

  • 21 Feb 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Nusantara – Kehadiran Masjid Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga dirancang menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Masjid ini diproyeksikan menjadi simbol praktik toleransi dan harmoni sosial di pusat peradaban baru Indonesia.

Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Alimuddin, menegaskan pembangunan IKN mengedepankan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, masjid memiliki peran strategis dalam membangun budaya inklusif di lingkungan ibu kota baru.

Ali menyebut Masjid Negara difungsikan sebagai pusat belajar, silaturahmi, dan berbagai kegiatan sosial, tidak terbatas untuk ibadah semata. Ia juga menekankan fasilitas ini memungkinkan semua warga merasakan inklusivitas dan kenyamanan.

Menurutnya saat bulan Ramadan, toleransi semakin terlihat nyata ketika warga non-Muslim ikut menyiapkan buka puasa bagi ribuan jamaah. “Ini menandakan bahwa toleransi itu bukan sekedar jargon, bukan sekedar lambang-lambang, tetapi bukti fisik pelaksanaan di lapangan,” kata Alimuddin, dalam perbincangan Pro3 RRI, Sabtu, 21 Februari 2026..

Masjid ini juga memfasilitasi kegiatan, seperti pengajian, talkshow, dan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat sekitar. Langkah ini diharapkan menanamkan nilai kebersamaan dan toleransi bagi generasi muda di IKN.

Alimuddin menegaskan, memakmurkan masjid melalui kegiatan pendidikan, ekonomi, dan seni menjadi strategi menegakkan kerukunan. Dengan demikian, Masjid Negara IKN menjadi contoh nyata integrasi religiusitas dan toleransi di kota baru.

“Memakmurkan masjid ini bukan hanya untuk sembahyang gitu ya, tetapi untuk kegiatan-kegiatan ekonomi, seni, dan pendidikan-pendidikan yang lain. Khususnya juga kepada anak-anak kita ya, generasi muda,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan Masjid Negara IKN ini menjadi mercusuar toleransi antarumat beragama. Menurutnya umat yang beribadah juga mendapat siraman rohani tentang bagaimana harus menghargai agama lain dan menghormati perbedaan.

"Masjid Negara ini harus menjadi tempat untuk memberdayakan umat, bukan sekadar tempat ibadah. Masjid ini juga akan menjadi mercusuar toleransi, simbol pemersatu umat, sekaligus menjadi rumah besar untuk kemanusiaan," ujar Nasaruddin di IKN, Kalimantan Timur, Jumat, 20 Februari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....