Polri Perkuat Sistem Keamanan Swakarsa Guna Jaga Stabilitas Nasional

  • 21 Feb 2026 10:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja menekankan pentingnya kemandirian masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan secara swadaya. Ia menilai kesadaran warga untuk menjadi ‘polisi bagi diri sendiri’ merupakan kunci utama keberhasilan stabilitas nasional.

Penguatan sistem keamanan swakarsa di wilayah Manggarai dan Menteng Tenggulun menjadi bukti nyata kolaborasi aktif warga mampu menekan angka kriminalitas. Polri berkomitmen terus mendampingi kelompok masyarakat agar fungsi pencegahan dini berjalan optimal tanpa ketergantungan penuh pada aparat.

“Tiga pilar di desa atau kelurahan terdiri dari kepala desa atau Ketua RW, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat. Yang utama, masyarakat harus mampu menjadi polisi bagi dirinya sendiri,” kata Kalingga saat melakukan sidak di Manggarai, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Penerapan filosofi perpolisian masyarakat mengedepankan peran serta warga sebagai subjek utama dalam memelihara kedamaian lingkungan tempat tinggal. Keamanan lingkungan kini bukan lagi sekadar tugas negara melainkan telah menjadi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

Sinergi antara tokoh agama dan tokoh pemuda menjadi fondasi kuat dalam memperkokoh ketahanan sosial pada tingkat rukun warga. Kalingga memastikan kehadiran tiga pilar di setiap kelurahan akan selalu mendukung inisiatif positif dari warga.

“Polri adalah bagian dari masyarakat, masyarakat adalah bagian dari Polri. Karena itu adalah, intinya adalah keamanan itu menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Kalingga.

Pemanfaatan teknologi digital melalui pembentukan grup komunikasi daring terbukti efektif dalam memantau pergerakan situasi keamanan secara aktual. Warga kini dapat saling mengingatkan dan melaporkan potensi gangguan dengan cepat sebelum peristiwa yang tidak diinginkan terjadi.

Langkah preemtif ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan tindakan represif yang dilakukan setelah terjadinya konflik fisik di lapangan. Polri terus memberikan edukasi serta bimbingan teknis bagi komunitas sadar kamtibmas guna meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah mandiri.

“Ada beberapa pos pantau dengan fungsi preemtif, Binmas, dan Bhabinkamtibmas. Fungsinya mencegah peristiwa melalui edukasi, sambang, penyuluhan, tatap muka, kemitraan, dan problem solving,” kata Kalingga.

Ketua RW 012 Manggarai Sadim mengakui bahwa interaksi intensif dengan kepolisian telah mengubah pola pikir warga dalam menjaga kampung. Kerja sama yang terjalin sejak awal tahun ini berhasil menciptakan suasana lingkungan yang jauh lebih kondusif dan harmonis.

Masyarakat kini lebih proaktif dalam menyisihkan waktu untuk melakukan pengawasan mandiri bersama jajaran Polsek dan petugas Babinsa setempat. Sadim berharap semangat gotong royong dalam menjaga keamanan ini dapat terus berkelanjutan hingga masa depan yang akan datang.

“Dan mari ayo bersama-sama bersinergi dan bekerja sama antara masyarakat dan pihak keamanan. Mudah-mudahan hal ini tidak terputus sampai saat ini,” ujar Sadim.

Keberlanjutan sistem keamanan swakarsa ini akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan konsistensi penerapannya di berbagai wilayah hukum lainnya. Polri memproyeksikan pola kemandirian ini dapat diadopsi oleh seluruh polres guna mewujudkan ketertiban umum yang semakin berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....