Perkuat Kemitraan Indonesia-AS, Presiden: Berdampak Bagi Dunia Usaha dan Investor
- 20 Feb 2026 16:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dalam sektor perdagangan. Penguatan kerja sama ini dilakukan Presiden Prabowo Subianto dalam penandatanganan perjanjian perdagangan Indonesia-Amerika Serikat, Kamis, 19 Februari 2026.
Presiden Prabowo menilai bahwa penguatan kerja sama ini akan memberikan dampak positif bagi kedua negara. Tidak hanya dari sisi investasi, namun dampak itu juga akan terasa bagi para pelaku usaha di Indonesia dan Amerika Serikat.
"Saya pikir ini adalah perjanjian yang sangat signifikan bagi pelaku usaha dan investor dari kedua negara, serta bagi kawasan Pasifik yang lebih luas," kata Presiden Prabowo dalam forum Bisnis dengan US Chamber of Commerce di Washington D.C, Amerika Serikat, dikutip Jumat, 20 Februari 2026.
Lebih lanjut Kepala Negara menilai penguatan kerja sama ini, sebagai bentuk komitmen kedua negara dalam memperdalam hubungan kemitraan. Kerja sama dalam sektor ekonomi ini akan memberikan kepastian bagi dunia usaha kedua negara.
"Ini memberikan sinyal yang jelas bahwa Indonesia dan Amerika Serikat memilih untuk terus memperdalam kerja sama ekonomi. Memperkuat akses pasar, dan menciptakan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha," ujar Presiden.
Untuk itu Presiden Prabowo mengajak agar para penguasa AS, untuk berinvestasi di Indonesia. Kepala Megara menyebut bahwa hal itu sangat diperlukan, dalam mewujudkan memodernisasi dan industrialisasi di Indonesia.
"Kita mencari mitra yang serius dan berjangka panjang, mitra yang akan bekerja bersama kita, menumbuhkan ekonomi bersama, dan saling menguntungkan. Kami berharap dapat menemukan mitra yang siap bergabung dalam upaya berkelanjutan kami untuk modernisasi dan industrialisasi negara saya," imbuh Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....