Menko PM Ajak BPJS Perkuat Solidaritas Jaminan Sosial

  • 20 Feb 2026 14:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta : Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan regenerasi BPJS momentum memperkuat jaminan sosial sebagai gerakan gotong royong nasional. Menurut Muhaimin, jaminan sosial bukan sekadar program administratif negara, melainkan sistem solidaritas besar bangsa.

“BPJS adalah lembaga gotong royong raksasa. Yang mampu membantu yang kurang mampu, yang sehat membantu yang sakit, dan yang bekerja menopang perlindungan bersama,” kata Muhaimin Iskandar saat konferensi usai Pelantikan Direktur Utama BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Dalam konteks JKN, Muhaimin menyampaikan cakupan kepesertaan yang telah tinggi harus dijaga melalui partisipasi aktif seluruh masyarakat. Muhaimin menekankan, peserta yang mampu wajib disiplin membayar iuran sebagai bentuk tanggung jawab sosial.

“Kami mengajak masyarakat bergotong royong dan terlibat langsung memperkuat Jaminan Kesehatan Nasional bersama BPJS Kesehatan. Iuran peserta mampu adalah tanggung jawab sosial, dan negara memastikan warga miskin tetap terlindungi layanan kesehatan,” ucap Muhaimin.

Di sektor ketenagakerjaan, gotong royong diwujudkan melalui kepatuhan perusahaan serta partisipasi pekerja formal dan informal nasional. Muhaimin juga mengingatkan besarnya dukungan anggaran negara untuk operasional BPJS.

“Perluasan kepesertaan bukan hanya target angka, tetapi penguatan solidaritas nasional agar pekerja dan keluarganya terlindungi dari risiko sosial ekonomi. Setiap tahun kita mengeluarkan anggaran untuk menunjang operasional BPJS lebih dari Rp5 triliun,” ucap Muhaimin.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyatakan kesiapan mengemban amanah menyelenggarakan jaminan kesehatan. Khususnya bagi 283 juta peserta dengan dukungan 23 ribu fasilitas kesehatan dan 3 ribu rumah sakit.

"Saya merasa menerima amanat yang besar untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan sosial dengan 283 juta peserta serta bekerja sama dengan 23 ribu fasilitas kesehatan dan 3 ribu rumah sakit. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah memberikan surat perintah untuk penugasan ini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menegaskan tiga fokus utama ke depan. Yakni coverage, care, dan credibility.

“Strategic collaboration dengan para stakeholder akan kami tingkatkan untuk memperkuat trust. Baik dari pemerintah, pemberi kerja, maupun masyarakat,” kata Saiful.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....