SMA Unggul Garuda akan Terapkan Empat Kurikulum
- 19 Feb 2026 12:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan, akan ada empat kurikulum unggulan di SMA Unggul Garuda. Kurikulum tersebut yang membedakan sekolah itu dari sekolah menengah atas lainnya.
“Empat kurikulum itu diantaranya kurikulum penguatan STEM, kurikulum nasional. Kemudian, kurikulum pengembangan karakter peserta didik di sekolah berasrama, kurikulum Internasional," kata Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT) Kemdiktisaintek Ardi Findyartini dalam Sosialisasi PPDB SMA Unggul Garuda Baru di Graha Diktisaintek, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Perempuan yang akrab disapa Titin ini menjelaskan tujuan utama kurikulum tersebut untuk membuat siswa siap melanjutkan studi ke kampus terbaik dunia. Nantinya, para lulusan juga diarahkan mengikuti Program Beasiswa Garuda.
Program itu membuka akses talenta terbaik tanpa memandang latar belakang. Kesempatan berlaku bagi siswa sekolah umum maupun Sekolah Garuda.
"Program ini memberi kesempatan talenta terbaik berkompetisi. Bahkan hingga berkuliah di luar negeri," kata Titin.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Ahmad Najib Burhani mengatakan, SMA Unggul Garuda berfokus pada penguatan bidang STEM bagi siswa. Menurutnya, penguatan STEM meningkatkan minat dan memenuhi kebutuhan industri.
Langkah itu juga menghadirkan lebih banyak ahli sains dan teknologi. Najib menyebut SMA Unggul Garuda sebagai program strategis nasional untuk mendukung pemerataan pembangunan pendidikan Indonesia.
"Sekolah ini tidak dibangun di Pulau Jawa. Melainkan ditempatkan di wilayah yang memiliki potensi besar namun masih menghadapi tantangan dalam akses serta percepatan pembangunan pendidikan,” kata Najib.
Menurutnya, SMA Unggul Garuda lahir dari keberpihakan terhadap talenta terbaik bangsa yang kerap terlewatkan dalam sistem pendidikan. “Kita yakin banyak potensi di daerah yang tidak kalah dengan yang ada di Jawa," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....