Tradisi Tarawih 30 Juz, Menag: Istiqlal Makin Diminati Jemaah
- 19 Feb 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan tradisi tarawih 30 juz di Masjid Istiqlal menjadi magnet Ramadan nasional yang kuat. Tradisi tersebut, menurutnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi jamaah dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
“Tradisi kita di Istiqlal itu membaca 30 juz sampai akhir Ramadan. Setiap malam kita baca satu juz dan pada malam ke-30 sudah khatam 30 juz,” kata Nasaruddin Umar saat konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menjelaskan, bacaan satu halaman Al-Qur’an dibagi menjadi tiga bagian agar jamaah tidak terlalu lama berdiri. “Di dalam satu halaman itu dibagi tiga, supaya tidak terlalu lama berdiri, tapi tetap tuntas bacaannya,” katanya.
Ia menjelaskan salat tarawih di Masjid Istiqlal dilaksanakan 20 rakaat ditambah witir tiga rakaat. “Tarawih kita 20 rakaat, tambah witir jadi 23 rakaat dan pada 30 Ramadan, 30 juz juga sudah khatam,” ujar Menag menjelaskan.
Menag menegaskan, kualitas imam dan muazin menjadi perhatian khusus. Proses seleksi dilakukan sangat ketat, termasuk menghadirkan imam bertaraf internasional.
“Kita pilih imam-imam pilihan, qari-qari internasional yang bisa menjadi imam di sini. Muazinnya juga seleksinya sangat ketat. Itulah sebabnya banyak yang sangat cinta Istiqlal imamnya menarik, penceramahnya bagus, ditambah lagi dengan qari internasional,” ujar Menag Nasaruddin.
Selain penguatan aspek ibadah, Istiqlal juga terus berbenah dari sisi fasilitas. Masjid terbesar di Asia Tenggara itu kini dilengkapi LCD raksasa di sisi kanan dan kiri bagian atas ruang utama.
“Kita baru memasang LCD raksasa di kanan-kiri atas. Jadi jamaah yang berada di paling belakang tetap bisa menyaksikan penampilan di depan secara besar,” ujarnya.
Sementara, Seorang jemaah Masjid Istiqlal, Rizal, mengaku memiliki alasan khusus memilih melaksanakan salat tarawih di masjid terbesar di Indonesia tersebut. Rizal mengatakan dirinya ingin merasakan langsung suasana tarawih di Istiqlal yang dikenal luas sebagai ikon masjid nasional.
“Saya ingin merasakan bagaimana sih rasanya salat tarawih di Masjid Istiqlal. Masjid terbesar di negara ini,” ujar Rizal.
Menurutnya, suasana masjid yang megah, bersih, dan tertata membuat ibadah terasa lebih khusyuk. Ia menilai kenyamanan fasilitas turut mendukung kekhidmatan jemaah selama Ramadan.
“Biar tambah khusyuk saja sih. Karena masjidnya besar, bagus, bersih, dan menarik,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....