Menag Ajak Umat Islam Gaungkan Semangat Ramadhan Hijau

  • 19 Feb 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta : Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat mengusung Ramadan Hijau, menebarkan kelembutan dan kepedulian lingkungan. Ia menekankan, pentingnya menghadirkan sifat lembut dalam beragama.

“Allah SWT lebih menonjolkan diri-Nya sebagai the God, bukan the Lord. God itu feminin, Lord itu maskulin. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai yang Maha Lembut,” kata Nasaruddin Umar saat sambutan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Menag mengajak jemaah menjadikan Ramadan momentum menjinakkan diri, melembutkan hati, serta membersihkan pikiran dan perilaku. Menurut dia, menjadi pribadi yang “hijau” berarti bersikap ramah, teduh, serta bersahabat dengan alam, bukan “merah” yang identik dengan kemarahan.

“Tema Ramadan Hijau tahun ini kami arahkan menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan dalam kehidupan beragama sehari-hari. Masjid Istiqlal telah memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya melalui pemasangan panel di atap masjid,” ucap Nasaruddin.

Sistem itu, menurut Nasaruddin, mampu menghemat energi dalam jumlah besar dan sempat menjadi perhatian internasional. Selain itu, pengelolaan air di masjid nasional tersebut juga dilakukan dengan sistem daur ulang.

“Seluruh air ditampung dalam bak besar untuk diolah kembali sehingga tidak terbuang percuma ke saluran pembuangan. “Pada Ramadhan tahun ini, kami menggelar tarawih diawali pembacaan Al-Qur’an oleh qari internasional hingga setiap akhir bulan suci,” ucap Menag.

Selain itu, Masjid Istiqlal menggelar peringatan Nuzulul Quran yang melibatkan negara-negara tetangga serta menteri agama se-Asia Tenggara. Takbiran Idul Fitri direncanakan digelar bersama masjid-masjid raya di ibu kota negara Asia Tenggara sebagai simbol kebersamaan umat.

Salah seorang jemaah, Rizal, mengaku sengaja memilih Istiqlal untuk melaksanakan tarawih bersama keluarganya. Ia menilai suasana ibadah di masjid nasional itu berbeda dibandingkan masjid lainnya.

“Shalat di Masjid Istiqlal memang ramai. Tetapi justru terasa lebih khusyuk dan suasananya berbeda dengan masjid lain,” ujar Rizal.

Menurut dia, meski akses menuju kawasan Istiqlal kerap dilanda kemacetan saat Ramadan. Hal tersebut tidak menyurutkan niatnya beribadah di sana.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠“Memang macetnya cukup besar, tapi tempatnya bagus dan saya memang niat ingin beribadah bersama keluarga di sini. Momen tarawih pertama Ramadhan menjadi pengalaman istimewa, terutama ketika dilaksanakan di Masjid Istiqlal yang memiliki atmosfer religius dan kebersamaan yang kuat,” ucap Rizal menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....