Kemenag Larang Sweeping Rumah Makan, DPR: Jaga Harmoni Sosial
- 19 Feb 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, An’im Falachuddin menilai, Ramadan 2026 harus dijadikan momentum untuk memperkuat toleransi dan pengendalian diri. Pernyataan tegas ini, sekaligus merespons imbauan Kementerian Agama (Kemenag) yang melarang praktik sweeping rumah makan selama Ramadan.
"Imbauan Kemenag harus didukung, Ramadan adalah bulan untuk menata diri dan menjaga harmoni sosial. Jangan sampai semangat ibadah justru berubah menjadi tindakan yang membuat orang lain tertekan," kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, esensi utama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus. Namun, melainkan juga menahan diri dari sikap yang memicu konflik atau tekanan sosial.
Menurutnya, aksi sweeping oleh kelompok tertentu tidak mencerminkan nilai kedamaian Ramadan. Mengingatkan, bahwa Indonesia merupakan negara majemuk.
"Kita harus saling menghargai, saudara kita yang non-Muslim atau yang berhalangan puasa. Memiliki hak dan kebutuhan untuk beraktivitas secara wajar, termasuk makan di siang hari," ucapnya.
Lebih lanjut, An’im menegaskan, menjaga ketertiban selama bulan suci merupakan tanggung jawab bersama. Namun, upaya tersebut harus dilakukan melalui pendekatan edukatif dan dialog, bukan pemaksaan.
"Ramadan tahun ini menjadi ruang pembelajaran moral untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman. Bukan justru memicu ketegangan antarwarga, mereka adalah bagian masyarakat yang harus dilindungi," ujarnya.
Sebelumnya, Wamenag RI, Romo Muhammad Syafi'i menegaskan, melarang aksi razia (sweeping) rumah makan selama Ramadan 2026. Hal ini penting sebagai upaya menjaga harmoni dan saling menghormati antarpemeluk agama.
"Enggak ada, enggak ada sweeping-sweeping. Itulah bentuk penghormatan kita bahwa selain kita yang berpuasa, masih ada saudara kita yang tidak berpuasa," kata Syafi'i dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.
Syafi'i mengungkapkan, pentingnya membangun koridor kebersamaan agar perbedaan tidak merusak persatuan bangsa. "Harus dibangun suasana saling menghormati, sehingga persatuan kita tidak terganggu karena perbedaan,” ujarnya.
Ke depannya, ia berharap, seluruh elemen masyarakat agar menjaga harmoni dan persatuan selama bulan Ramadan 2026. Yakni, dengan mengedepankan sikap saling menghormati, baik bagi yang berpuasa maupun yang tidak.
"Kita yang berpuasa ini harus menyadari juga, tidak semua orang berpuasa. Masih memungkinkan ada fasilitas yang bisa dinikmati oleh mereka yang tidak puasa," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....