Pelaksanaan Tarawih Perdana di Masjid Istiqlal Sepenuhnya Siap
- 17 Feb 2026 23:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kabid Sosial dan Pemberdayaan Umat Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, memastikan persiapan tarawih perdana Ramadan sepenuhnya siap. Kesiapan tersebut mencakup fasilitas ibadah, dukungan teknis, hingga penjadwalan petugas pelayanan jamaah.
“Sudah jauh-jauh hari sudah mulai dari sound system, kita nambah di sayap kiri kanan tambahan baru, lalu bak air itu dicuci. Kemudian memastikan mesin air berjalan tidak ada masalah selama sebulan," ujar Abu saat ditemui RRI.CO.ID di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan peningkatan sistem audio juga dilakukan agar jamaah tetap nyaman mengikuti ibadah. Sistem cadangan listrik juga disiapkan untuk mengantisipasi gangguan selama pelaksanaan salat.
"Lampu listrik sudah pakai baterai, sudah bisa menghubungkan. Kalau ada mati lampu dia langsung pakai baterai itu," kata Abu.
Ia menambahkan perawatan fasilitas air wudhu menjadi perhatian penting menjelang Ramadan. Kebersihan bak penampungan dijaga karena intensitas penggunaan meningkat selama bulan puasa.
“Itu semalam temen-temen yang teknik itu baru selesai, ada tiga hari dikuras untuk kuras bak aja itu. Ini lagi di isi sekarang, banyak itu teknisi yang bertugas, hampir 20 orang," ucapnya.
Abu mengatakan pengurasan bak air dilakukan berkala demi menjaga kualitas air. Mesin air juga dipastikan optimal karena selama Ramadan operasionalnya bisa berlangsung hampir 24 jam.
"Jadi air wudhu itu ditampung, baik itu yang dari sumur atau air PAM. Dari bak itu baru di pompa keluar, kan luas ini bangunan, kalo gak gitu air gak keluar,” kata Abu.
Ia menegaskan kesiapan teknis tersebut diharapkan mendukung kelancaran tarawih perdana. “Itu kami bersihkan setahun sekali, karena sensitif sekali, mesin air kan kalo Ramadan bisa 24 jam juga,” ujarnya.
Abu juga menegaskan persiapan paling penting adalah kesiapan petugas, mulai dari imam hingga penceramah tarawih dan subuh. Ia menambahkan seluruh jadwal petugas tersebut sudah disusun dan diumumkan.
"Kemudian yang paling penting persiapannya adalah petugas. Baik itu imam maupun penceramah tarawih maupun penceramah subuh, jadwalnya sudah keluar semua,” ujar Abu.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut ditetapkan setelah melakukan pemantauan bulan atau rukyatul hilal di 96 titik pengamatan di Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut saat ini berdasarkan hasil hisab tidak adanya laporan hilal terlihat. “Disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ucapnya saat konferensi pers Sidang Isbat penetapan Awal Ramadan 1447 Hijriah di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Februari 2026.
Dalam pelaksanaannya, sidang isbat melibatkan berbagai unsur, antara lain Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan perwakilan ormas Islam. Sidang ini juga menghadirkan para pakar falak dan astronomi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Kemudian Planetarium, sejumlah observatorium astronomi, Komisi VIII DPR RI, dan perwakilan Mahkamah Agung (MA). Proses pelaksanaan sidang isbat dilakukan secara tertutup sebelum diumumkan kepada publik melalui konferensi pers.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....