Imlek 2577 Kongzili, Refleksi Keadilan bagi Kesejahteraan Bersama
- 17 Feb 2026 17:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Bimas Khonghucu Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur Edward Utomo menekankan perayaan Imlek 2577 Kongzili membawa pesan keadilan bagi kesejahteraan bersama. Ia menyebut Tahun Kuda Api menjadi momentum refleksi agar kemakmuran berjalan seiring sikap adil.
Edward menjelaskan tema tersebut diangkat bersama Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia dan Kementerian Agama. Harapannya, para pemangku kebijakan serta masyarakat mampu menghadirkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita mengangkat tema ini dengan harapan supaya para pemangku kebijakan baik itu pejabat ataupun kita pribadi sebagai masyarakat. Pada saat kita bersikap adil maka persoalan-persoalan seperti kemiskinan pun bisa teratasi, karena tidak bisa dipisahkan antara keadilan dan kemakmuran,” ujarnya kepada RRI PRO3 dalam wawancara khusus di Jakarta, Selasa, 17 Februari 2026.
Ia memaparkan penanggalan Kongzili dihitung sejak kelahiran Nabi Khonghucu pada 551 sebelum Masehi. Setiap tahun memiliki perubahan shio dan unsur, dan tahun ini berada pada unsur api.
Edward juga menguraikan makna ucapan kongresinsi wanserui sebagai doa memulai tahun dengan jiwa baru. Tradisi angpao, menurutnya, bukan soal isi melainkan doa kebaikan dari yang tua kepada yang muda.
“Kongresinsi wanserui, kita mendoakan dia sehat, kita mendoakan dia sejahtera kita juga mendoakan dia untuk kita bisa memulai sama-sama di awal tahun ini. Dengan pribadi yang baru dengan semangat yang baru dengan harapan yang baru untuk memulai satu kehidupan yang lebih baik,” ucapnya.
Sementara itu, Tokoh Muda Agama Khonghucu Helen Go menyebut perayaan Imlek tetap dijalankan dengan tradisi turun-temurun. Ia mengatakan persembahyangan dan makan bersama menjadi bagian penting setiap tahunnya.
Helen menjelaskan hidangan seperti ikan melambangkan kelimpahan, sedangkan jeruk bermakna keberuntungan. Ia menambahkan kue keranjang turut dihadirkan dalam santap malam keluarga sebelum pergantian tahun.
“Kemudian ya tadi kue keranjang sudah disebut ya, kemudian ada jeruk untuk yang melambangkan keberuntungan. Itu sendiri kemudian ada ikan juga yang melambangkan kelimpahan,” katanya.
Ia menuturkan persembahyangan di klenteng dilakukan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan setahun. Kemudian doa dipanjatkan kepada Tuhan atau Tian untuk menyambut harapan baru.
Helen menambahkan ucapan seperti ‘sin nian kuai le, gong xi fa cai’ turut disampaikan saat bersilaturahmi. Ia berharap kesehatan, kelancaran usaha, serta kelimpahan menyertai pada perayaan Imlek 2577 Kongzili.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....