Kemkomdigi Siap Buka 386 Posko untuk Ramadan-Idulfitri 2026
- 13 Feb 2026 20:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiapkan pengamanan digital nasional, menyambut Bulan Suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Hal itu disampaikan Menteri Komdigi (Menkomdigi) Meutya Hafid, dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia mengungkapkan bahwa dalam pengamanan digital nasional itu, Kemkomdigi menyiagakan 386 posko dan sistem monitoring terpadu. Posko ini dijelaskannya, akan bertugas menjaga keamanan dan kelancaran ruang digital saat Ramadan Idulfitri 2026.
Selain itu, Menkomdigi juga menuturkan bahwa posko tersebut juga akan menjaga kelancaran akses jaringan telekomunikasi. Sebab ditegaskannya, jaringan telekomunikasi menjadi tulang punggung mobilitas publik, khususnya selama arus mudik.
"Kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan. Setiap Ramadan dan Idul Fitri, trafik telekomunikasi meningkat signifikan, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, dan area residensial," kata Meutya dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa 386 posko tersebut akan mulai disiagakan pada tanggal 15-29 Maret 2026. Meutya menuturkan, ratusan posko itu akan dihadirkan di seluruh daerah Indonesia.
Menkomdigi juga merincikan, terdapat lima titik yang dijadikan posko utama, dengan dukungan dari operator seluler (opsel) dan gerai layanan. Selain itu terdapat 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi, yang disiagakan selama 24 jam.
Selain menjaga keamanan dan kelancaran akses jaringan internet dan telekomunikasi, Kemkomdigi juga akan meningkatkan kecepatan internet. Bahkan peningkatan kecepatan itu di katakan Meutya, lebih cepat dari momen libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
"Target kami, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan lancar, melakukan video call, mengakses peta digital, hingga transaksi daring tanpa hambatan berarti,"ujar Menkomdigi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....