Menteri Arifah: Tokoh Agama Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

  • 13 Feb 2026 18:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta : Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengajak tokoh agama di Kabupaten Ngada untuk memperkuat sistem perlindungan anak. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Suara dari mimbar-mimbar agama sering kali lebih kuat daripada regulasi pemerintah. Mari jadikan rumah ibadah sebagai ruang yang ramah anak dan aman bagi perempuan,” kata Arifah Fauzi kepada wartawan usai Pertemuan Lintas Lembaga dan Agama di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 13 Februari 2026.

Arifah menyebut meninggalnya anak berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada sebagai pengingat perlindungan anak masih belum optimal. Ia menekankan pentingnya deteksi dini persoalan anak di tingkat keluarga dan komunitas.

“Kami menemukan relasi orang tua dan anak yang belum sepenuhnya komunikatif, serta minimnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme pelaporan dan layanan yang tersedia. Hal ini sering menyebabkan kasus baru terungkap setelah menimbulkan dampak berat bagi anak,” ucap Arifah.

Karena itu, Arifah mendorong implementasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dan penguatan Ruang Bersama Indonesia (RBI) di desa dan kelurahan. Ia menyampaikan bahwa program tersebut melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan tokoh agama.

“Komunitas keagamaan adalah garda terdepan dalam membangun pola asuh positif. Edukasi tentang pengasuhan berbasis kasih sayang, pencegahan kekerasan, dan keberanian melapor harus terus digaungkan agar lingkungan menjadi sistem pendukung yang responsif,” ucapnya

Sementara, Romo Silverius Betu dari Gereja Mater Boni Consili (MSC) menyebutkan pihaknya menjalankan berbagai gerakan pastoral fokus perlindungan ibu dan anak. Menurutnya, perlindungan anak di Ngada butuh kerja sama luas antara gereja, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat.

“KUB Peduli Ibu Hamil, KUB Ramah Anak, dan Gerakan Keluarga Peduli Pendidikan Anak Usia Dini bertujuan mencegah krisis keluarga yang menjadi akar persoalan anak. Diperlukan kerja sama luas antara gereja, pemerintah, dan masyarakat agar perlindungan anak di Ngada semakin masif,” kata Romo Silverius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....