Satuan Kavaleri TNI AD Terus Bertransformasi Hadapi Ancaman Militer

  • 13 Feb 2026 15:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Satuan Kavaleri TNI Angkatan Darat terus bertransformasi untuk menghadapi ancaman militer pada era modern. Komandan Brigade Kavaleri 1/Limping Alugoro, Kolonel Kav Tofan Tri Anggoro menekankan pengembangan teknologi, termasuk integrasi drone, dalam operasional satuannya.

Ia mencontohkan pembelajaran dari Perang Ukraina-Rusia, di mana kendaraan tempur mudah dilumpuhkan oleh teknologi drone. Menurutnya, penerapan teknologi modern dapat meningkatkan efek deteran Kavaleri dalam pertempuran darat.

“Banyak kendaraan tempur ini yang bisa atau banyak dilumpuhkan oleh teknologi drone. Oleh karena itu dengan berkembangnya taktik dan teknologi modern, Satuan Kaveleri ini sebenarnya memiliki efek deteran yang cukup tinggi,” kata Anggoro saat berbincang bersama Pro3 RRI dalam Program TNI Menyapa yang bertajuk ‘Kavaleri TNI AD Menambah Kekuatan di Darat yang Tangguh, Profesional dan Berintegritas’ di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Kolonel Anggoro menambahkan, drone akan ditempatkan di kendaraan-kendaraan pengintai dan pengaman. Ia menyebut drone dapat digunakan untuk pengumpulan intelijen dalam pertempuran sekaligus mengantisipasi serangan anti-drone musuh.

“Nanti rencana akan kita tempatkan drone-drone dan anti-drone ini di kendaraan-kendaraan tempur yang melaksanakan fungsi pengaman. Jadi tugasnya selain mengamankan satuan yang lebih besar, tapi juga akan dilengkapi drone-drone untuk mendapatkan informasi intelijen dalam pertempuran,” ucapnya.

Terkait alat tempur, ia menyebut beberapa kendaraan tempur yang dipunyai Indonesia usianya sudah tua. Namun, sejumlah unit modern, seperti Leopard, Harimau, dan Badak, memiliki kemampuan yang mumpuni menghadapi ancaman lawan.

Selain itu, dari sisi Sumber Daya Manusianya, ia menyebut personel Kavaleri dipilih berdasarkan intelektual tinggi dan kemampuan teknis. “Memang dari mulai rekrutmen, kita meminta personil-personil Kavaleri ini memiliki intelektual yang cukup tinggi, karena memang terkait dengan alat-alat modern,” ujar Anggoro.

Menurutnya, pendidikan dan latihan terus dilaksanakan di lembaga pendidikan Pustikap untuk menguasai kendaraan dan teknologi modern tersebut. Dengan begitu, para SDM prajurit Kavaleri mumpuni mengawal kendaraan serta teknologi modern.

“Pada saat pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan meningkatkan SDM prajurit Kavaleri. Ini juga sudah bisa mumpuni dan bisa merepresentasikan kemampuan satuan Kaveleri dalam mengawal teknologi modern,” ucap Komandan Brigade tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....