Kemkomdigi Siapkan 386 Posko Digital selama Mudik Lebaran
- 13 Feb 2026 02:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyiagakan 386 posko digital dan sistem pemantauan terpadu selama periode mudik Ramadan dan Idulfitri 2026. Hal ini untuk menjaga kualitas jaringan telekomunikasi, keselamatan transportasi, serta kelancaran transaksi masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, jaringan telekomunikasi menjadi tulang punggung mobilitas publik saat arus mudik. Setiap Ramadan dan Idulfitri, trafik komunikasi melonjak signifikan, terutama di jalur mudik, pusat transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, hingga permukiman.
Demikian disampaikan Meutya dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat, Kamis 12 Februari 2026. “Karena itu kesiapan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan kesiapan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan,” ujarnya.
Untuk periode siaga 15–29 Maret 2026, Kemkomdigi mengoperasikan 386 posko yang tersebar di seluruh Indonesia. Posko tersebut terdiri atas lima posko utama, dukungan operator seluler dan gerai layanan,
Kemudian, 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi yang bersiaga 24 jam memantau kualitas layanan dan potensi gangguan jaringan. Kemkomdigi mengoperasikan dasbor pemantauan terpadu yang memungkinkan pengawasan kepadatan arus secara fisik dan kualitas sinyal seluler secara real time.
Data tersebut akan dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga untuk mendeteksi potensi hambatan. Baik di jalur transportasi maupun pada trafik komunikasi digital.
Meutya mengungkapkan, pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026 lalu, kecepatan internet rata-rata berhasil dijaga di angka 80 Mbps untuk unduh. Kamudian 35–36 Mbps untuk unggah.
Capaian itu meningkat signifikan dibandingkan Lebaran 2025 yang berada di angka 44,75 Mbps untuk unduh dan 24,43 Mbps untuk unggah. “Target kami, masyarakat tetap bisa berkomunikasi dengan lancar, melakukan panggilan video, mengakses peta digital, hingga transaksi daring tanpa hambatan berarti,” katanya.
Tak hanya menjaga kualitas layanan, Kemkomdigi juga memperkuat pengawasan spektrum frekuensi demi menjamin keselamatan transportasi udara dan perkeretaapian. Termasuk operasional kereta cepat Whoosh.
Pada periode libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya, sempat terjadi interferensi frekuensi yang berpotensi mengganggu operasional. Namun berhasil ditangani dalam hitungan menit melalui koordinasi cepat di lapangan.
Dalam aspek perlindungan publik, Kemkomdigi meningkatkan patroli siber dan spektrum untuk mengantisipasi maraknya penipuan melalui perangkat pemancar ilegal atau fake BTS yang kerap menyasar titik kemacetan. Modus tersebut menggunakan perangkat yang menyamar sebagai sinyal resmi untuk mengirim pesan penipuan ke ponsel masyarakat.
“Fake BTS biasanya beroperasi secara mobile menggunakan kendaraan box dengan perangkat pemancar dan baterai besar. Mereka menyasar wilayah padat seperti titik kemacetan. Masyarakat perlu waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi,” kata Meutya.
Kemkomdigi juga memastikan layanan darurat 112 tetap aktif sebagai akses cepat masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Sementara itu, mitigasi risiko kemacetan jaringan dilakukan melalui optimalisasi kapasitas dan rekayasa trafik di wilayah dengan potensi lonjakan penggunaan data tertinggi selama arus mudik dan balik Lebaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....