Menteri Kebudayaan Fadli: Indonesia Jadi Koridor Evolusi Manusia

  • 11 Feb 2026 19:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon memberikan pandangannya terhadap posisi strategis Indonesia dalam sejarah peradaban dunia. Ia menyebut Indonesia sebagai koridor penting dalam evolusi dan migrasi manusia awal. 

Ia menjelaskan, bahwa dahulunya Indonesia terletak di antara paparan Sunda, Sahul, dan Wallacea hingga cincin api Pasifik. "Nusantara memiliki lanskap subur dan keanekaragaman hayati," katanya saat orasi kebudayaan dalam pengukuhannya sebagai Profesor Kehormatan Universitas Nasional di Jakarta, Rabu, 11 Januari 2026.

Mengutip buku Eden In The East karya Stephen Oppenheimer yang menyebut Sundaland sebagai pusat awal peradaban yang tenggelam pasca zaman es. "Sekitar 14.000–17.000 tahun lalu terjadi migrasi besar yang membawa pengetahuan maritim, teknologi, serta bahasa ke berbagai wilayah Asia-Pasifik," ujarnya, menambahkan. 

Meski teori tersebut masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan, ia menilai tesis itu menantang narasi daratan-sentris yang selama ini dominan. Ia menegaskan bahwa Asia Tenggara, khususnya Nusantara, sebagai salah satu sumber penting inovasi budaya dunia.

Jejak budaya maritim awal Indonesia, lanjutnya, tercermin dalam berbagai temuan seni cadas bermotif perahu. Adapun alat tangkap ikan, serta representasi fauna laut yang menunjukkan kuatnya tradisi bahari masyarakat Nusantara sejak masa prasejarah. 

"Jejak budaya maritim awal Indonesia juga tercermin dalam seni cadas bermotif perahu, alat tangkap ikan. Serta representasi fauna laut," ucapnya. 

Sebelumnya, Peneliti Senior LIPI, Hery Harjono mengungkapkan bahwa menarik untuk mencermati penelitian yang menyebutkan Indonesia merupakan awal peradaban dunia. Analisis yang sering dikenal sebagai Teori Oppenheimer tersebut tertuang dalam buku karangannya berjudul "Eden in the East."

Menurutnya, pendapat tersebut tentu bisa menjadi referensi bagi masyarakat Indonesia untuk melengkapi berbagai teori yang telah berkembang. Ia menambahkan bahwa "Eden In The East" mendasarkan kesimpulannya kepada penelitian yang dilakukan selama puluhan tahun. 

"Teorinya dikenal sebagai Oppenheimer Theory yang menyatakan nenek moyang dari induk peradaban manusia modern (Mesir, Mediterania dan Mesopotamia). Ia berasal dari tanah Melayu yang sering disebut dengan sunda land (Indonesia)," ujarnya. 

Ia menyampaikan bahwa Oppenheimer telah melakukan riset struktur DNA manusia sejak manusia modern ada selama ribuan tahun yang lalu. Riset tersebut dilakukan dengan pendekatan dasar yang digunakan disiplin keilmuan kedokteran, geologi, linguistik, antropologi, arkeologi, dan folklore. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....