Asal Usul Lampion dalam Perayaan Imlek

  • 11 Feb 2026 14:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Sejarah lampion Imlek berkaitan erat dengan tradisi masyarakat Tionghoa dalam merayakan Tahun Baru Cina setiap tahunnya. Perayaan ini merupakan hari besar agama Konghucu yang identik dengan penggunaan lampion warna-warni sebagai simbol perayaan.

Mengutip Britannica, lampion dalam rangkaian Festival Lentera dikenal juga dengan sebutan Festival Yuan Xiao. Pada momen tersebut, rumah-rumah dihias lampion beragam warna yang menciptakan suasana meriah dan penuh cahaya.

Perayaan Festival Lentera saat Imlek turut diramaikan pertunjukan barongsai, parade jalanan, serta pesta kembang api. Tradisi ini menjadi bagian penting perayaan Tahun Baru Cina di berbagai wilayah Tiongkok dan Asia.

Sejarah mencatat lampion Imlek telah dikenal sejak masa Dinasti Han antara 206 SM hingga 220 Masehi. Pada hari kelima belas Imlek, para biksu Buddha menyalakan lentera sebagai bentuk penghormatan kepada Buddha.

Ritual tersebut kemudian diikuti masyarakat luas hingga menyebar ke berbagai daerah di Tiongkok dan Asia. Seiring waktu, lampion menjadi ornamen wajib yang selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru Cina.

Legenda mengenai asal-usul Festival Lentera juga dikaitkan dengan kisah Jade Emperor atau You Di. Dikisahkan ia murka karena angsanya terbunuh dan berniat membumihanguskan sebuah kota dengan api.

Rencana tersebut digagalkan setelah seorang peri menyarankan warga menyalakan lampion di seluruh penjuru kota. Cahaya lampion membuat Jade Emperor mengira kota telah terbakar, sehingga akhirnya terhindar dari kehancuran.

Lampion kerap dimaknai sebagai simbol penolak kekuatan jahat yang digambarkan melalui sosok raksasa bernama Nian. Masyarakat Tionghoa meyakini pemasangan lampion di rumah dapat melindungi penghuni dari berbagai ancaman dan mara bahaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....