Pemerintah Dorong Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat Tingkatkan Konektivitas
- 11 Feb 2026 06:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat di Sumatra Selatan. Ia mendukung Pelabuhan Tanjung Carat memperkuat kapasitas perdagangan dan konektivitas daerah, khususnya di Provinsi Sumatra Selatan.
Hal ini diungkapkannya dalam Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan di Griya Agung, Palembang, Sumatra Selatan. AHY menyoroti kebutuhan kehadiran pelabuhan berkapasitas besar untuk menjawab meningkatnya aktivitas perdagangan, dan distribusi komoditas unggulan daerah.
"Kebutuhan menghadirkan pelabuhan internasional dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan Pelabuhan Boom Baru saat ini. Harapannya, Pelabuhan Tanjung Carat bisa menjadi New Palembang berkelas dunia, meningkatkan kapasitas perdagangan, menurunkan biaya logistik," ucap AHY dalam keterangan tertulisnya, pada Rabu 11 Februari 2026.
AHY menekankan, penguatan konektivitas sebagai kunci memantapkan posisi Sumatra Selatan sebagai simpul logistik kawasan. Konektivitas terintegrasi diharapkan mampu menghubungkan kawasan produksi di wilayah Sumatra dengan pusat distribusi, kawasan industri, serta pelabuhan utama.
“Sumatra Selatan berpotensi menjadi hub logistik, konektivitas ini diharapkan menghubungkan kawasan produksi dengan pusat distribusi dan pelabuhan utama. Tanjung Carat diharapkan menjadi center of gravity baru,” ucapnya.
AHY menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas pelabuhan untuk menopang ekspor daerah. Ia menilai, selama ini sebagian komoditas unggulan Sumatera Selatan masih bergantung pada pelabuhan di provinsi lain.
“Rencana pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk menopang sektor ekspor. Komoditas Sumatra Selatan luar biasa, dan selama ini masih harus melalui wilayah lain. Harapannya, Sumatra Selatan memiliki kemandirian,” ujarnya.
Pemerintah tidak hanya mengandalkan APBN dan APBD, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan badan usaha dan investasi. Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), serta partisipasi investasi dinilai penting agar pembangunan pelabuhan berjalan berkelanjutan.
Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru menegaskan, pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan kebutuhan strategis. Hal ini untuk menjawab peningkatan arus produksi dan distribusi komoditas unggulan daerah.
| Baca juga: DPR Apresiasi Udang Kebumen Tembus Pasar AS |
Sumatra Selatan punye potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, dan industri pengolahan. Sumatera Selatan pun membutuhkan pelabuhan berkapasitas besar untuk memperkuat kemandirian ekspor serta meningkatkan efisiensi logistik.
Herman menilai, keberadaan pelabuhan tersebut akan memperkuat posisi Sumatra Selatan sebagai hub perdagangan di wilayah Sumatra. Namun demikian, optimalisasi Pelabuhan Tanjung Carat perlu diiringi penguatan akses menuju kawasan dermaga.
“Kami membutuhkan dukungan infrastruktur jalan agar konektivitas benar-benar kuat," ujarnya. "Pelabuhan ini bukan hanya menjadi simpul logistik, melainkan juga gerbang mobilitas masyarakat dan pengungkit pertumbuhan ekonomi Sumatra Selatan”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....