Ariel NOAH Dorong Aturan Jelas Karya-Musik Berbasis AI
- 10 Feb 2026 09:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Musisi Nazril Irham (Ariel NOAH) mendorong pengaturan jelas penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penciptaan karya musik. Menurutnya, teknologi tersebut tidak bisa sepenuhnya dilarang, namun perlu diatur agar tidak merugikan pencipta.
Ariel menilai, pemanfaatan AI masih relevan untuk mendukung proses kreatif musisi. Teknologi ini, lanjut Ariel, dapat membantu produser atau pencipta lagu dalam memenuhi kebutuhan teknis tertentu.
“Katakanlah suatu grup musik ada pemain instrumennya, bass, drum, segala macam ada, tapi lagu saya harus pakai bagpipe. Ya harus orang yang main bagpipe dong, kan itu alat musik susah, tapi dengan adanya AI, mungkin saya bisa minta bantuan untuk suaranya lebih mirip,” katanya dalam kegiatan 'What’s Up Kemenkum Campus Calls Out' di Universitas Indonesia (UI), Depok, Senin, 9 Februari 2026.
Meski demikian, Ariel mengingatkan potensi persoalan hukum ketika AI menggunakan data karya musisi lain. Ia menyoroti praktik AI yang membaca dan meniru gaya musik tertentu tanpa persetujuan pemilik karya.
“Walaupun dia yang bikin, tapi data dari saya, apakah data itu hak saya atau tidak. Apakah AI punya hak untuk mengambil data saya itu?” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum, Hermansyah Siregar, menyebut pemerintah tengah merevisi Undang-Undang Hak Cipta. Revisi tersebut diharapkan mengakomodasi perkembangan teknologi, termasuk penggunaan AI dalam karya musik.
“Kita harapkan nanti di sana dimasukkan pengaturan terkait lagu sebagai sebuah karya. Termasuk ketika di dalamnya terdapat unsur kecerdasan buatan,” ucapnya.
Hermansyah menegaskan perlu kejelasan batas antara intervensi manusia dan kontribusi AI dalam penciptaan karya musik. Menurutnya, karya intelektual tetap harus bersumber dari rasa dan pikir manusia agar memiliki perlindungan hukum.
“Kalau sepenuhnya karya AI tanpa campur tangan manusia, maka tidak semestinya dikenakan royalti. Penarikan royalti hanya relevan bila ada kontribusi manusia,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....