Basarnas Serahkan Total 99 Bodypack Korban Longsor Cisarua

  • 10 Feb 2026 00:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Basarnas bersama unsur SAR gabungan kembali mengevakuasi lima bodypack pada hari ke-17. Ini dilakukan saat operasi pendampingan dalam masa transisi dan pemulihan bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. 

Penemuan bodypack dilakukan secara bertahap di sejumlah worksite. Bodypack pertama ditemukan pada pukul 09.12 WIB di Worksite A2. 

Selanjutnya, penemuan kedua hingga keempat terjadi di Worksite B2 masing-masing pada pukul 12.06 WIB, 12.22 WIB, dan 12.35 WIB. Penemuan kelima sekaligus terakhir pada hari ini juga terjadi di Worksite B2 pada pukul 14.30 WIB.

Seluruh bodypack yang berhasil dievakuasi tersebut langsung diserahkan kepada Tim DVI Polda Jawa Barat. SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, mengatakan hingga pukul 16.00 WIB, total bodypack yang telah dievakuasi dan diserahkan kepada Tim DVI mencapai 99 bodypack.

“Hari ini Basarnas bersama SAR Gabungan berhasil mengevakuasi lima bodypack. Dengan demikian, total bodypack yang telah kami evakuasi dan serahkan kepada Tim DVI berjumlah 99," kata Ade Dian, Senin, 9 Februari 2026..

Ade Dian menyebutkan, dari 79 bodypack yang telah diproses, sebanyak 76 korban berhasil diidentifikasi. Sementara 14 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan. 

Pada hari ke-17 ini, operasi melibatkan 862 personel, yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta potensi SAR lainnya. Upaya pencarian juga didukung oleh sembilan unit excavator dan 10 ekor anjing pelacak (K-9) untuk membantu menemukan korban. 

"Selain kegiatan pencarian, Basarnas juga menyerahkan seluruh barang milik korban yang ditemukan selama operasi kepada Pemerintah Desa Pasirlangu. Untuk selanjutnya disampaikan kepada keluarga atau ahli waris," katanya.

Memasuki masa transisi dan pemulihan pasca berakhirnya status tanggap darurat, Basarnas mencatat adanya penyesuaian signifikan terhadap kekuatan personel. Meski demikian, operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan personel.

Pembagian tugas dan pola operasi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan efektivitas pencarian serta tingkat kerawanan medan. Guna memastikan misi kemanusiaan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan keselamatan tim SAR. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....