Istana Sampaikan Keprihatinan Musibah KM Nurul Salsa
- 20 Jul 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menyampaikan keprihatinan atas musibah tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk memastikan operasi pencarian berjalan optimal.
- Proses pencarian dan penyelamatan korban terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh upaya koordinasi pemerintah dan lembaga terkait.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menyampaikan keprihatinan atas musibah tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Pemerintah juga memastikan proses pencarian korban terus dilakukan secara maksimal.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh upaya pencarian dan penyelamatan berjalan optimal.
"Kami sampaikan rasa keprihatinan karena ada kejadian lagi KM Nurul Salsa di Selayar. Dan kami sudah berkoordinasi juga dengan Kabasarnas untuk terus melakukan pencarian semaksimal mungkin," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 20 Juni 2026.
KM Nurul Salsa sebelumnya berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu, 16 Juli 2026 pagi. Sekitar lima jam setelah berlayar, kapal dihantam cuaca buruk hingga mengalami kerusakan dan akhirnya tenggelam di perairan Selayar.
Sementara itu, operasi pencarian korban terus membuahkan hasil. Dua penumpang kembali ditemukan dalam keadaan selamat setelah terdampar di Pulau Balaloho, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar Andi Sultan mengatakan kedua korban ditemukan oleh kru kapal nelayan KM Bari Baria 05. Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Pelabuhan Benteng Selayar menggunakan KRI Marlin 877.
"Alhamdulillah, pada hari kelima operasi SAR kembali ditemukan dua korban dalam keadaan selamat di Pulau Balaloho. Korban ditemukan KM Bari Baria 05 dan saat ini bersama KRI Marlin 877 sedang dievakuasi menuju Pelabuhan Benteng, Selayar," ujar Andi, Minggu, 19 Juli 2026.
Dengan penemuan tersebut, jumlah korban selamat KM Nurul Salsa bertambah menjadi 59 orang. Tim SAR gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap korban lain yang belum ditemukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....