GSI Gaungkan Ketahanan Keluarga Melalui Pendidikan Karakter
- 07 Feb 2026 19:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta Selatan - Gerakan Srikandi Indonesia menggelar kongres perdana guna memperkuat peran perempuan dalam mendidik karakter anak bangsa pada masa kini. Acara yang sekaligus pendeklarasian organisasi berlangsung di Kembang Goela Plaza Sentral Kota Jakarta Selatan, Sabtu, 7 Februari 2026.
Pendiri Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) Delima Hasri Azahari menekankan peningkatan kualitas literasi pengasuhan di tengah masyarakat luas. Ia berharap para pengurus organisasi baru dapat mendorong stabilitas mental keluarga melalui nilai-nilai positif yang sangat bermutu.
"Keluarga, bagaimana kita mendidik anak-anak kita dan sebagainya, itu yang harus lebih banyak digaungkan di televisi, di media. Kita tunjukkan hal-hal yang positif dari Srikandi Indonesia," ujar Delima Hasri Azahari.
Delima menjelaskan pemberdayaan kaum hawa wajib memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan moral anak sejak usia dini secara konsisten. Pesan ini dinilai sangat krusial mengingat tantangan zaman semakin berat bagi keutuhan rumah tangga pada era modern saat sekarang.
"Tolong dikasih tahu bahwa makna dan gerakan dari Srikandi Indonesia adalah menampilkan hal-hal yang positif dari wanita Indonesia. Kita harus tonjolkan kelebihan-kelebihan dari wanita dan sebagainya, kita tonjolkan hal-hal yang positif," ujar Prof. Delima yang juga merupakan Pejabat Fungsional Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Organisasi kemasyarakatan tersebut berkomitmen meminimalkan paparan informasi negatif yang dapat merusak tatanan sosial masyarakat secara luas saat ini. Strategi penguatan nilai kebaikan harus menjadi tameng utama dalam menghadapi arus berita kriminal yang sangat menyesatkan bagi publik umum.
Ketua Umum GSI Dewie Yasin Limpo turut memberikan pernyataan penting mengenai kewajiban para anggota dalam membawa perubahan. Dewie menyebutkan srikandi modern diharapkan mampu mencetak generasi berintegritas tinggi serta memiliki kesadaran berbangsa yang sangat kuat.
"Karena visinya adalah kita ingin terwujudnya perempuan Indonesia yang berdaya, mandiri, dan bermartabat untuk bangsa Indonesia. Gerakan Srikandi Indonesia ini, organisasi ini, adalah wadah untuk kita berkumpul, mengolah semua potensi yang ada dalam diri perempuan Indonesia," kata Dewie.
Upaya diplomasi keluarga tersebut dipandang sebagai instrumen kunci guna menjaga moralitas bangsa dari pengaruh negatif arus deras dunia luar saat ini. Pendidikan anak berbasis karakter diharapkan menjadi warisan paling berharga bagi setiap generasi penerus di masa yang akan datang nanti.
Pertemuan ini ditutup dengan semangat kebersamaan demi mewujudkan visi perempuan berdaya yang berakar kuat pada nilai domestik keluarga murni. Seluruh jajaran pengurus berjanji menjaga martabat bangsa lewat pengasuhan anak yang sehat dan penuh dengan rasa kasih sayang tulus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....