Menteri Arifah Pastikan Penanganan Kekerasan Terintegrasi di Jatim

  • 07 Feb 2026 18:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meninjau implementasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) versi 3 di Provinsi Jawa Timur. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan sistem nasional penanganan kekerasan berbasis manajemen kasus.

“Sistem terbaru tersebut bukan sekadar aplikasi pelaporan, melainkan instrumen kerja terintegrasi yang memastikan setiap laporan korban ditangani hingga tuntas. SIMFONI PPA versi 3 mengintegrasikan seluruh tahapan layanan, mulai dari penerimaan aduan, asesmen kebutuhan korban, penyusunan rencana layanan, pendampingan, hingga penutupan kasus,” kata Arifah Fauzi dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026. 

Arifah menyebut di Jawa Timur terdapat 20 kabupaten/kota yang telah aktif melakukan input data ke sistem, sementara 18 daerah lainnya belum optimal. Karena itu, Arifah mendorong percepatan pendampingan serta penguatan kapasitas agar seluruh daerah dapat menerapkan sistem secara seragam.

“Keberhasilan SIMFONI sangat ditentukan kesiapan SDM dan kelembagaan. Percepatan pembentukan UPTD PPA serta peningkatan kapasitas petugas harus terus didorong,” ucap Arifah.

Menurut Arifah, Implementasi SIMFONI PPA di Jawa Timur dilakukan terpadu, melibatkan multipihak untuk memperkuat pencegahan, penanganan, pemulihan korban. Selain teknologi, Arifah menekankan kesiapan SDM dan kelembagaan daerah sebagai fondasi utama layanan perlindungan perempuan anak.

Sementara, Direktur PPPA dan PPPO Polda Jawa Timur Ganis Setyaningrum menyatakan, penanganan kekerasan tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menegaskan sinergi lintas sektor mutlak diperlukan untuk memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah persoalan struktural. Pendataan terintegrasi, pencegahan dari desa, dan sinergi lintas sektor mutlak diperlukan,” kata Ganis Setyaningrum. 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....