PM Albanese Sebut Traktat Jakarta Perkuat Hubungan Indonesia–Australia

  • 06 Feb 2026 22:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan Traktat Jakarta 2026 memperkuat hubungan Indonesia dan Australia. Kesepakatan itu menandai kemitraan strategis kedua negara menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Pada saat itu, Albanese mengingat kembali kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Sydney pada November 2025. Kunjungan itu menjadi titik awal penyelesaian perundingan perjanjian keamanan bersama.

“Pada November lalu, saya menerima kunjungan Presiden di Sydney dan mengumumkan penyelesaian perundingan keamanan bersama. Saat itu, kita mengumumkan penyelesaian substantif perundingan perjanjian bilateral baru tentang keamanan bersama,” ujar Albanese saat penandatanganan Traktat Jakarta 2026 berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026. 

Ia menyampaikan, traktat tersebut bukan sekadar dokumen kerja sama formal. Kesepakatan itu mencerminkan persahabatan dan kepercayaan yang telah lama terbangun.

“Perjanjian ini melanjutkan sejarah kerja sama pertahanan selama tiga dekade. Hari ini saya menandatangani traktat bersama Presiden Prabowo,” ucapnya.

Untuk diketahui, kerja sama pertahanan kedua negara telah berlangsung sejak 1995. Hubungan tersebut terjalin sejak era Perdana Menteri Paul Keating dan Presiden Soeharto.

Bagi Australia, traktat ini dinilai langkah strategis menjaga stabilitas kawasan. Kerja sama keamanan dipandang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

“Cara terbaik menjaga perdamaian kawasan adalah bertindak bersama. Kesepakatan ini menegaskan hubungan Australia dan Indonesia semakin kuat,” katanya.

Albanese juga mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo dalam mendorong kesepakatan tersebut. Komitmen itu dinilai penting bagi keamanan kawasan.

“Penandatanganan traktat ini bukti kepemimpinan Presiden Prabowo memajukan keamanan kawasan, bahkan di tingkat global,” ujarnya.

Australia dan Indonesia berbagi salah satu batas maritim terpanjang di dunia. Kondisi geografis itu menjadikan kedua negara mitra dekat.

Namun, Albanese menilai hubungan kedua negara telah melampaui kedekatan geografis. Indonesia dan Australia kini dipandang sebagai sahabat dekat.

“Australia dan Indonesia berbagi batas maritim panjang. Namun kini kita bukan sekadar mitra, melainkan sahabat dekat,” tuturnya.

Untuk melengkapi traktat, Albanese mengumumkan sejumlah inisiatif kerja sama pertahanan baru. Langkah itu mencerminkan meningkatnya kepercayaan strategis kedua negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....