Wapres Tinjau Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Prioritaskan Keselamatan Warga dan Relokasi
- 06 Feb 2026 20:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau lokasi terdampak bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jumat, 6 Februari 2026. Ia mengunjungi salah satu desa yang terdampak, yaitu Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Jawa Tengah (Jateng).
Dalam kunjungannya, Wapres menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keselamatan jiwa warga di atas segalanya. Ia meminta warga tidak memaksakan diri kembali ke rumah masing-masing karena kondisi tanah yang masih labil dan berbahaya.
"Tadi saya naik motor melihat langsung lokasi. Aspal sudah terbuka dan tanah masih bergerak," kata Wapres di hadapan para pengungsi yang berada di Posko Pengungsi Majelis Az Zikir Wa Rotibain.
"Ini sangat berbahaya, rumah bisa roboh kapan saja. Saya minta Bapak dan Ibu jangan paksakan kembali ke sana," ujarnya.
Lebih jauh Wapres memberikan jaminan kepada warga yang kehilangan dokumen penting seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, hingga Kartu Keluarga (KK). Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk memproses dokumen pengganti dengan cepat.
"Sertifikat atau akta yang hilang nanti langsung diurus, satu hari jadi. Bapak Ibu tidak perlu risau," ujarnya.
Selain itu, Wapres secara khusus meminta pemerintah provinsi dan daerah setempat untuk memberikan perhatian khusus kepada para pengungsi kelompok rentan. Ia meminta agar kebutuhan lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta kaum difabel terpenuhi dengan layak.
Baik dari sisi ketersediaan tim medis hingga obat-obatan selama 24 jam. Dalam kesempatan itu, Wapres memastikan pemerintah menyiapkan relokasi hunian baru bagi warga yang terdampak di lokasi yang lebih aman.
"Jadi, Bapak-Ibu tidak perlu risau, ini segera kita maksimalkan penanganan bencananya, pemulihannya juga. Nanti akan disediakan tempat baru, hunian baru di lokasi yang lebih aman," ucapnya.
"Saya titip juga Pak Bupati ya, yang bertani, berternak, ini nanti tolong dicatat juga. Luas lahannya berapa, bertani jagung atau apa, ternaknya apa, kambing, sapi ini tolong dicatat dengan baik," katanya.
Hal yang sama disampaikan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Ia mengatakan, pemerintah daerah memastikan warga yang saat ini mengungsi akan direlokasi ke tempat yang lebih aman.
“Panjenengan-panjenengan sudah disiapkan rumah yang nanti ditempati oleh Bapak-Ibu sekalian dan sudah kita siapkan tempat berikut rumahnya gratis. Enggak usah bayar,” ujarnya.
Sementara, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman melaporkan, tercatat sebanyak 464 rumah terdampak, dengan 250 di antaranya rusak berat. Saat ini, sebanyak 2.426 jiwa mengungsi di empat posko utama.
"Kami sudah siapkan langkah relokasi ke lahan Perhutani di bagian bawah. Kami mohon dukungan izin dan bantuan pembangunan hunian sementara (Huntara) dari pemerintah pusat," kata Bupati Ischak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....