Kunjungan Wisman 2025 Lampaui Target Pemerintah
- 04 Feb 2026 17:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kinerja sektor pariwisata nasional mencatat capaian positif sepanjang 2025 seiring melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Realisasi tersebut bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta. Angka itu meningkat 10,80 persen dibandingkan tahun 2024 berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS).
“Dengan pencapaian aktual sebesar 15,39 juta, ini berarti melampaui target dan hasilnya lebih baik dari yang kami proyeksikan sebelumnya,” ujar Widiyanti. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Widiyanti menjelaskan pemerintah sebelumnya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara pada kisaran 14 juta hingga 15 juta sepanjang 2025. Capaian ini, menurutnya, mencerminkan efektivitas kebijakan dan promosi pariwisata nasional.
Berdasarkan data kunjungan sepanjang 2025, Malaysia tercatat sebagai negara penyumbang wisatawan terbesar ke Indonesia. Sementara itu, Uni Emirat Arab menjadi negara dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan tertinggi.
Selain jumlah kunjungan, pemerintah juga mencatat peningkatan signifikan dari sisi pengeluaran wisatawan. Rata-rata belanja wisatawan mancanegara per kedatangan pada 2025 mencapai 1.267 dolar AS, lebih tinggi dari target 1.220 dolar AS.
Dengan capaian tersebut, devisa pariwisata pada 2025 diproyeksikan mencapai 18,91 miliar dolar AS atau sekitar Rp317,40 triliun. Nilai ini meningkat 13,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Widiyanti juga menyoroti selisih positif antara kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri. Pada 2025, selisih tersebut tercatat sebesar 6,22 juta, meningkat dari 4,94 juta pada 2024.
“Meski bukan indikator kinerja utama, kami memonitor selisih ini sebagai salah satu indikasi surplus devisa,” ujarnya. Data tersebut dinilai penting untuk melihat kontribusi pariwisata terhadap neraca ekonomi nasional.
Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara sepanjang 2025 mencapai 1,20 miliar perjalanan. Angka ini tumbuh 17,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi investasi, sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif. Realisasi investasi sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp73,55 triliun atau tumbuh 56,05 persen dibandingkan 2024.
“Capaian ini menjadi indikator bahwa sektor pariwisata memiliki peranan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Widiyanti. Menurutnya, dampak ekonomi pariwisata juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....