Menteri LH: Rumah Tangga Kunci Putusnya Darurat Sampah

  • 04 Feb 2026 08:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan rumah tangga berperan sebagai kunci pemutus rantai darurat sampah nasional. Menurut dia, ini seharusnya dilakukan melalui penerapan ekonomi sirkular di tingkat tapak.

Pernyataan itu disampaikan Menteri saat melakukan inspeksi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Tujuannya untuk memverifikasi konsistensi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang menempatkan daerah itu sebagai peraih nilai tertinggi Adipura 2026.

Menurut Menteri, intervensi di level rumah tangga bukan lagi sebuah pilihan. "Ini menjadi keharusan untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA)," ujarnya, Rabu 4 Februari 2026.

Data teknis Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan komposisi sampah di Kabupaten Ciamis didominasi sisa makanan sebesar 38 persen. Sebagian besar sumber sampah tersebut, yaitu sebanyak 49 persen, berasal dari rumah tangga.

Hanif mengatakan pengurangan timbunan sampah organik di hulu akan meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah nasional secara signifikan. Menurut dia, KLH akan menjadikan pola pengelolaan sampah di Ciamis sebagai referensi nasional untuk direplikasi 514 kabupaten/kota se-Indonesia.

Menteri juga meninjau Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Ciamis yang saat ini mengelola lebih dari 100 jenis sampah anorganik. Ini dilakukan melalui jaringan 324 Bank Sampah Unit (BSU) dengan 620 nasabah perorangan. 

BSI Ciamis juga terhubung dengan industri daur ulang lintas wilayah, mulai dari Cirebon hingga Tangerang. "Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu," ujarnya.

Menteri Hanif turut memantau pengelolaan sampah harian di Pasar Ciamis. Mulai dari pemilahan sampah pasar serta pengolahan sampah organik melalui metode maggot. 

Kabupaten Ciamis tercatat unggul dalam aspek kebijakan, penganggaran, sumber daya manusia, hingga partisipasi publik. Ini semua menjadi parameter utama dalam perolehan nilai tertinggi penghargaan Adipura 2026.

Hanif berharap keberhasilan Ciamis menjadi pemicu bagi daerah lain untuk segera mengadopsi sistem serupa. "Ini sekaligus menjawab tantangan darurat sampah nasional melalui aksi nyata di tingkat rumah tangga," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....