Usai Bertemu Presiden, MUI Dukung Indonesia di BoP

  • 03 Feb 2026 20:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung penuh langkah Indonesia dalam kepesertaan di dalam Badan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Hal itu disampaikan Ketua Umum (Ketum) MUI, K.H Anwar Iskandar, usai mengikuti pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. 

Pertemuan yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta itu, juga diikuti sejumlah tokoh dan petinggi organisasi masyarakat (Ormas) islam. Dukungan MUI tersebut dijelaskan K.H Anwar Iskandar, usai Kepala Negara menjelaskan tujuan dan arah Indonesia dalam kepesertaan di BoP. 

BoP merupakan badan yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, untuk mewujudkan perdamaian di Gaza, Palestina. Untuk itu, kepesertaan Indonesia didalam BoP, sejalan dengan prinsip MUI dalam menciptakan perdamaian di Palestina. 

"Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja (mendukung). Karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan. Yang kita dengar tadi adalah komitmen beliau untuk kemaslahatan (perdamaian dan kemerdekaan Palestina) itu," kata K.H Anwar Iskandar saat ditemui wartawan di Pilar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Lebih lanjut di jelaskan Ketum MUI, bahwa dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menegaskan keanggotaan Indonesia di BoP. Penegasan itu, yakni untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia dalam perdamaian dunia, secara khususnya terkait kemerdekaan Palestina. 

K.H Anwar Iskandar juga menuturkan Kepala Negara akan semaksimal mungkin mewujudkan perdamaian di Gaza melalui BoP. Bahkan dalam pertemuan itu, Ketum MUI mengatakan bahwa Kepala Negara siap bersikap jika perdamaian tersebut tidak tercapai. 

"Komitmen beliau akan berjuang melalui Board of Peace ini, untuk menghilangkan penderitaan orang Palestina di Gaza. Apabila di kemudian hari ternyata tidak memberi kemaslahatan dan kebaikan organisasi ini kepada Palestina, maka seluruh negara-negara Islam yang berkumpul di situ akan keluar dari BoP," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....