Pemerintah Targetkan Sekolah Garuda Mulai Beroperasi 2026

  • 03 Feb 2026 17:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan rencana pembangunan Sekolah Garuda untuk pemerataan pendidikan unggulan. Program tersebut menargetkan pembukaan empat lokasi di tahun ajaran 2026 sebagai tahap awal implementasi nasional.

“Sebenarnya nanti ada 24, hanya saja kan saat ini baru 4 yang dibangun. Diharapkan kita targetkan mulai tahun ajaran tahun depan, 2026, Juli kan mulai kuliah, jadi itu mulai ada,” ujarnya usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Januari 2026. 

Brian menjelaskan Sekolah Garuda direncanakan hadir di 24 lokasi, meski kini baru 4 yang dibangun. Empat titik pembangunan berada di Belitung Timur, NTT, Konawe di Sulawesi Tenggara, serta Kalimantan Utara.

Ia mengatakan pemerintah sedang melakukan rekrutmen guru berprestasi dengan pemberian tunjangan khusus penugasan daerah terpencil. Sistem sekolah berasrama diharapkan menjadi sarana diseminasi putra-putri terbaik dari wilayah yang minim sekolah unggulan.

Brian menyebut Sekolah Garuda tidak dibangun di Jawa karena menurutnya sudah banyak sekolah unggulan setingkat SMA di Pulau Jawa. Pembangunan difokuskan pada daerah yang selama ini belum memiliki fasilitas pendidikan menengah unggulan memadai secara nasional.

“Jadi daerah-daerah yang selama ini memang belum ada sekolah unggulannya, itu kita akan bangun di daerah-daerah tersebut. Kalau di Jawa itu kan sudah banyak sekolah-sekolah unggulan, jadi itu tidak kita bangun di daerah-daerah yang memang sudah banyaknya sekolah unggulan setingkat SMA,” katanya. 

Ia mengatakan, Kemendiktisaintek berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) untuk memastikan kurikulum memenuhi standar nasional dan internasional. Ia menyebut, lulusan Sekolah Garuda dipersiapkan agar lebih siap masuk kampus-kampus top dunia ternama global.

“Kita juga akan membuat agar para siswanya ini diberikan pendidikan yang berstandar internasional. Tentu juga memenuhi standar nasional, tapi mereka lebih siap untuk masuk ke kampus-kampus top di dunia,” ucapnya. 

Brian berharap talenta daerah yang bertalenta dapat memperoleh fasilitas terbaik sehingga berkembang menjadi SDM unggul bagi Indonesia. Ia juga menjelaskan, skema lanjutan pendidikan dirancang bertahap, termasuk kemungkinan double degree dan pendampingan kampus terdekat nasional dan internasional.

“Jadi kita akan buat beberapa skenario-skenario yang memungkinkan, seperti harapan Bapak Presiden. Talenta-talenta yang terbaik dari daerah-daerah itu dapat difasilitasi untuk terus berkembang menjadi SDM-SDM unggul Indonesia di bidang STEM,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudin menyatakan dalam rapat kerja terdapat beberapa kebijakan Kemendiktisaintek yang perlu perhatian khusus. Ia menyebut, program hasil terbaik termasuk program Sekolah Garuda.

“Dalam raker ini ada beberapa kebijakan yang mungkin perlu mendapatkan perhatian khusus. Pertama program hasil terbaik cepat meliputi antara lain program Sekolah Garuda karena ini menjadi pertanyaan dan juga mungkin banyak harapan,” katanya. 

Hetifah mengatakan pembahasan Sekolah Garuda muncul bersama rencana pendirian sepuluh universitas baru. Ia menilai kebijakan tersebut karena hasil kunjungan masih segar sehingga perlu dipahami agar dapat dijelaskan persisnya.

“Rencana pendirian universitas baru yang kita membaca dari media, 10 universitas baru bekerja sama dengan universitas di UK. Karena hasil kunjungan ini pak jadi masih fresh ini mungkin persisnya seperti apa agar kalau kami juga ditanya bisa memahami,” ucapnya. 

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....