Bertemu Presiden, MUI: Dialog Kepesertaan Indonesia di BoP

  • 03 Feb 2026 16:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI), akan menyampaikan sikap dan pandangan, terkait bergabungnya Indonesia kedalam Badan Perdamaian Dunia (Board of Peace/BoP). Hal itu akan disampaikan Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI, K.H Cholil Nafis. 

Ia mengatakan, sikap dan pandangan itu akan disampaikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.  Hal ini berlangsung dalam pertemuan Kepala Negara dengan sejumlah tokoh dan pemimpin organisasi masyarakat (Ormas) islam. 

BoP merupakan Badan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Badan yang diresmikan pada 22 Januari 2026 itu, bertujuan untuk menciptakan perdamaian dan kemerdekaan Gaza, Palestina. 

"Mau dialog tentang kepesertaan keanggotaan Indonesia di BoP Board of Peace, itu. Ya tentu ada (yang disampaikan ke Presiden), kita ada sikap resmi dari MUI, ada mungkin dari ormas-ormas lain," kata Waktum MUI, Nafis saat ditemui wartawan di Pilar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Ia lebih lanjut menuturkan bahwa MUI memiki sikap yang tegas terhadap perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Sehingga dalam kepesertaan Indonesia pada BoP tersebut diungkapkannya, harus memberikan yang terbaik. 

Dalam hal ini ditegaskannya, peranan Indonesia dalam perdamaian dunia, telah tetuang dalam amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Dalam mewujudkannya itu, ia juga menekankan, bahwa MUI menekankan akan upaya menghapus tindak penjajahan antar bangsa-bangsa. 

"Sebagaimana di dalam Al-Quran, kita tidak boleh memperbudak manusia. Dalam undang-undang dasar kita, juga amanatnya menolak segala bentuk penjajahan, harus dihapuskan," ujarnya. 

Kendati demikian, hasil pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi arah kepesertaan Indonesia dalam BoP. Waketum MUI itu menegaskan, tujuan utama kepesertaan Indonesia dalam BoP harus dapat mewujudkan kemerdekaan Palestina. 

"Maka, kita ingin mendengar penjelasan dari Pak Presiden mengapa Indonesia bergabung?, nanti kita tunggu penjelasannya dari Pak Presiden. Tentu tinggal strateginya bahwa kita adalah membela kemerdekaan Palestina," imbuh Cholil Nafis. 


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....