Presiden Kritik Sampah Pantai Bali, DPR: Sudah Meresahkan
- 03 Feb 2026 11:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VII DPR RI merespons, kritikan keras Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi pantai di Bali yang dipenuhi sampah. Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengaku, melihat sendiri tumpukan sampah di pantai Bali tersebut.
Tumpukan sampah tersebut, menurut Waketum PAN ini, sudah membuat banyak pihak resah. Termasuk, Presiden Prabowo yang aktif menyoroti pentingnya kebersihan di kawasan destinasi wisata.
"Waktu di Bali, sudah pernah lihat sampah yang dimaksud, tumpukannya menjulang tinggi. Sepertinya itu sudah ada sejak lama, pasti sudah meresahkan banyak pihak, terutama pemerintah," kata Saleh dalam keterangannya, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam menyelesaikan persoalan sampah itu, Saleh mengungkapkan, salah satu program jitu pemerintah. Program jitu pemerintah itu, yakni mengengola limbah sampah menjadi energi (waste to energy).
Ke depannya, ia mendorong, Bali menjadi salah satu provinsi yang diprioritaskan dalam program tersebut. Semua itu, demi menyelesaikan persoalan sampah di Indonesia, terutama di kawasan wisata.
"Tahun ini, akan dibangun di 34 kota. Beriringan dengan program ini, Bali sudah sepatutnya dijadikan sebagai salah satu yang perlu diutamakan untuk didahulukan," ucap Saleh.
Kemudian, ia mendorong, pemerintah pusat dan daerah berdiskusi mengatasi persoalan sampah di Bali. Jangan sampai, persoalan sampah di Bali dibiarkan molor dan ditunda-tunda.
"Kemenpar dan Pemprov Bali perlu duduk bersama, harus ada rencana bersama agar diutamakan dan diprioritaskan. Saya yakin, Prabowo akan menyetujui hal tersebut," ujar Saleh.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti, kondisi pantai Bali yang kotor dan dipenuhi sampah. Kondisi itu dinilai mengancam citra Bali sebagai destinasi wisata utama.
Presiden Prabowo mempertanyakan, keseriusan pemerintah daerah menjaga kebersihan kawasan pariwisata. Menurut Kepala Negara, sampah dapat mengurangi minat wisatawan berkunjung ke Bali.
“Ini maaf ya, gubernur, bupati dari Bali, ini real loh kondisi Bali bulan Desember 2025. Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah? Apa susahnya sih?,” kata Presiden dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Presiden Prabowo mengatakan, kepala daerah harus menggerakkan partisipasi masyarakat membersihkan pantai. Pelajar diminta terlibat gotong royong menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
“Entah hari Sabtu, Jumat, semua anak sekolah kumpul di pantai ini. Karena ini pantai kita, halaman kita, ayo kita bersihkan ramai-ramai,” kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo membuka opsi melibatkan TNI dan Polri membersihkan pantai Bali. Langkah itu ditempuh bila pemerintah daerah dinilai tidak mampu.
“Apa salahnya, kalau bupati dan gubernur tidak bisa saya perintah? Dandim, danrem, saya perintahkan kau gerakkan anak buahmu," kata Presiden Prabowo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....