Presiden Prabowo Soroti Dedikasi Menteri di Hari Libur
- 26 Agt 2026 10:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi para menteri yang tetap bekerja pada hari libur nasional Maulid Nabi untuk menjalankan tugas pemerintahan.
- Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp diluncurkan di Gilimanuk, Jembrana, Bali pada Selasa, 25 Agustus 2026.
- Dedikasi menteri dalam menjalankan agenda pemerintah menjadi fokus apresiasi Presiden meskipun bertepatan dengan hari libur nasional.
RRI.CO.ID, Jembrana - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi para menteri yang tetap bekerja di hari libur untuk menjalankan tugas pemerintahan. Para menteri tersebut hadir dalam peluncuran Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Gilimanuk, Jembrana, Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.
Prraiden mengatakan kegiatan tersebut berlangsung bertepatan dengan hari libur nasional Maulid Nabi. Namun, para menteri tetap hadir untuk mengikuti agenda pemerintah.
"Selamat bekerja. Hari ini hari penting, walaupun libur," ujar Presiden.
Presiden mengatakan para menteri tetap harus menjalankan tugas meskipun agenda pemerintahan berlangsung pada hari libur. "Walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita," kata Presiden.
Kepala Negara kemudian menyampaikan bahwa dalam pemerintahannya, hari libur tidak selalu berarti berhenti bekerja. Presiden menyebut para menteri harus siap menjalankan tugas ketika dibutuhkan.
"Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah," ujarnya. Presiden menyebut kesediaan bekerja pada hari libur sebagai bagian dari risiko pengabdian.
Bahkan, Presiden meminta menteri yang tidak sanggup menjalankan tanggung jawab tersebut untuk memberikan kesempatan kepada orang lain. "Dan itu risiko pengabdian, yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara," kata Presiden.
Peluncuran PLTS 100 GWp di Bali menjadi salah satu agenda pemerintah dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional. Program tersebut ditargetkan dibangun secara bertahap hingga mencapai kapasitas 100 GWp.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....