PFN: Keterbatasan Layar Jadi Tantangan Distribusi Film Nasional

  • 02 Feb 2026 22:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) Riefian Fajarsyah menyoroti persoalan distribusi film nasional. Ia menilai keterbatasan layar menjadi tantangan paling nyata industri perfilman Indonesia.

“Permasalahan yang paling dirasakan, bahkan bagi PH negara, adalah distribusi film,” ujar Direktur Utama yang dikenal dengan panggilan Ifan Seveenteen itu saat Rapat Panja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. Menurutnya, ketimpangan akses layar menjadi faktor penghambat film menjangkau masyarakat secara merata.

Ifan menyebut Indonesia idealnya memiliki sekitar 20 ribu layar bioskop secara nasional. Namun, saat ini jumlah layar baru mencapai sekitar 2.400 unit.

“Target realistisnya minimal 10 ribu layar. Tetapi saat ini baru tersedia sekitar 2.400 layar,” katanya.

Ia menambahkan penyebaran layar bioskop juga belum merata antarwilayah. “Hanya sekitar 25 hingga 30 persen kabupaten dan kota memiliki layar,” katanya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, PFN menyiapkan pendirian bioskop negara pertama bernama Sinewara di Otista Jakarta. Ia berharap proyek percontohan bioskop negara ini menjadi stimulan bagi daerah lain bergabung.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena mendorong pemerintah daerah aktif memproduksi film potensi wilayah. Ia menilai film mampu mengangkat daerah secara profesional dan berkelanjutan.

Samuel menegaskan produksi film tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada insan perfilman nasional. “Kita tidak bisa menuntut tanpa ikut berperan serta,” ujarnya.

Terkait distribusi film, Samuel mengusulkan pemanfaatan ruang sederhana di daerah sebagai bioskop kampung. Usulan ini muncul seiring masih terbatasnya akses layar dan fasilitas bioskop di sejumlah wilayah.

“Cara paling mudah saya bikin layar apakah layar tancap atau dalam gedung kemudian saya melalui komputer connect Netflix lalu ditayangkan. Itu paling simpel dan itu akan saya lakukan di daerah-daerah,” ucap Samuel.

Ia mengatakan pemutaran dilakukan tanpa penjualan tiket. Hal ini bertujuan meningkatkan akses dan inspirasi bagi anak-anak daerah.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....