Kemenhaj Fokus Selenggarakan Ibadah Haji dengan Pelayanan Total
- 01 Feb 2026 06:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah fokus untuk menyelenggarakan ibadah haji yang total melayani seluruh jemaah Indonesia. Demikian dikatakan Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom RI), Hariqo Wibawa Satria, pada perbincangan dengan RRI Pro 3, Sabtu 31 Januari 2026.
Menurut dia, pernyataan ini berdasarkan pengamatannya saat melihat langsung pelaksanaan Diklat Petugas Penyelengara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Selama 20 hari, Hariqo melihat bagaimana Kemenhaj berupaya merekrut peserta yang anticapek dan antikorupsi.
Pelatihan semacam ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di bawah naungan Kemenhaj setelah sebelumnya diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag). Diklat PPIH Arab Saudi yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, itu berlangsung secara semimiliter.
"Mereka dilatih selama 17 jam setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 22.30 WIB," ujar Hariqo. "Ini karena membentuk mental melayani itu tidak mudah, apalagi harus dengan sepenuh hati."

Hariqo mengumpamakan atlet-atlet seperti Khabib Nurmagomedov, Mohamed Salah, atau Sadio Mane, yang harus menjalani latihan selama berbulan-bulan. Padahal itu hanya untuk laga yang durasinya hanya sekitar 30 hingga 90 menit.
"Memang petugas haji tidak bekerja di atas ring atau lapangan hijau," ujarnya. Namun, lanjut dia, petugas haji harus menunjukkan dedikasi penuh melayani jemaah haji.
"Karena itu Kemenhaj mengembleng petugas haji dengan sangat ketat," ucapnya. Menurut Hariqo, tugas selama 70 hari itu memerlukan persiapan mental dan fisik secara maksimal.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, sebelumnya menegaskan penyelenggaraan ibadah haji merupakan amanah besar negara. Menurut Gus Irfan, panggilan akrabnya, penyelenggaraan ibadah haji menyangkut kehormatan bangsa dan kepercayaan umat.
"Penyelenggaraan haji menuntut tata kelola yang tertib serta petugas yang berorientasi penuh pada pelayanan," katanya. Apalagi, lanjut Menhaj, jumlah jemaah haji asal Indonesia adalah yang terbesar di dunia.
Gus Irfan menekankan PPIH harus sigap, disiplin, dan bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada jemaah. "Disiplin dan kesadaran dalam bertindak menjadi fondasi utama agar pelayanan berjalan penuh integritas tanpa kehilangan nilai pengabdian," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....