Ketum PBNU Dukung Langkah Presiden Gabung Dewan Perdamaian
- 31 Jan 2026 14:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto gabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan upaya konkret yang saat ini tersedia untuk membantu perjuangan rakyat Palestina.
“Karena ini baru muncul satu-satunya saat ini, sementara alternatif yang lain belum ada, maka kita, berdasarkan visi dari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tidak boleh tinggal diam. Tidak boleh tidak ikut serta di dalam inisiatif itu," kata Gus Yahya dalam perayaan Harlah ke-100 NU, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026.
"Tentu saja ini untuk kepentingan membantu bangsa Palestina. Bukan untuk yang lain,” kata Gus Yahya menambahkan.
Ia menegaskan, PBNU tidak selalu langsung menggelar rapat setiap kali muncul isu internasional terbaru. Namun, dalam konteks Palestina, ia menilai hingga kini belum ada platform internasional yang mampu mengonsolidasikan upaya perdamaian secara nyata selain BoP.
“Pandangan yang kemarin saya sampaikan mengenai Board of Peace itu terkait dengan nilai-nilai bahwa kita harus terus membantu Palestina,” ujarnya. Ia mengakui ada sebagian pihak yang tidak sepakat dengan sejumlah elemen atau dimensi dari Board of Peace.
Meski demikian, Gus Yahya menekankan bahwa persoalan utamanya adalah ketiadaan alternatif lain yang saat ini bisa menjadi wadah konsolidasi internasional. Guna mendorong perdamaian di Palestina.
“Sebagian orang mungkin tidak setuju dengan Board of Peace itu mengenai sejumlah elemen atau dimensinya. Tetapi persoalannya adalah bahwa saat ini belum ada alternatif platform untuk membangun suatu upaya internasional bagi perdamaian Palestina,” ujarnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Board of Peace Charter di Davos, Swiss, pada Kamis 22 Januari 2026. Penandatanganan tersebut menandai dimulainya operasional Board of Peace sebagai badan internasional baru yang bertujuan mengawal proses transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik.
Dengan bergabungnya Indonesia dalam inisiatif tersebut, Gus Yahya berharap peran aktif Indonesia di kancah global. Khususnya, dalam memperkuat dukungan internasional bagi kemerdekaan dan perdamaian Palestina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....