Logo Muktamar NU Ke-35 Karya Alumnus Ponpes Langitan
- 20 Jul 2026 04:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBNU menetapkan logo Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) sebagai identitas resmi forum permusyawaratan tertinggi organisasi tersebut.
- Logo itu merupakan karya M Shofa Ulum Azmi, alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur.
- Desain visual tersebut berawal dari sebuah sketsa sederhana yan kemudian berkembang menjadi simbol harmoni kepemimpinan di tubuh NU.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan karya alumnus Pondok Pesantren (ponpes) Langitan sebagai logo Muktamar ke-35 NU. Logo itu merupakan karya M Shofa Ulum Azmi, alumnus Ponpes Langitan, Tuban, Jawa Timur.
Ponpes Langitan, berdiri 1852, melahirkan kader bagi jam'iyah sebelum NU berdiri hingga kini memasuki abad kedua organisasi. Shofa Ulum Azmi, mengatakan ide desain berawal dari sketsa sederhana lalu berkembang menjadi simbol harmoni kepemimpinan NU.
"Logo ini berawal dari sketsa kasar yang kemudian membentuk dua lingkaran sebagai konstruksi utamanya. Saya memaknai dua lingkaran itu sebagai simbol Syuriah dan Tanfidziyah," ujar Shofa di Jakarta, Minggu 19 Juli 2026.
| Baca juga: PBNU Belum Putuskan Lokasi Muktamar ke-35 NU |
Menurutnya, desain logo tersebut menggambarkan hubungan saling menguatkan Syuriah dan Tanfidziyah, layaknya bapak dan anak. Karya itu berhasil diselesaikan dalam waktu semalam sebelum kemudian disempurnakan melalui beberapa tahap akhir.
Terpilihnya karya alumnus Langitan mengingatkan hubungan historis yang kuat antara pesantren tersebut dan NU. Dua pendiri NU yaitu Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah adalah alumnus Langitan.
Keduanya adalah sanrti KH Ahmad Sholeh, pengasuh periode edua Pondok Pesantren Langitan. Tradisi pengabdian tersebut kemudian diteruskan secara turun-temurun oleh para pengasuh pesantren berikutnya.
Beberapa tokoh NU dari Langitan antara lain KH Muhammad Khozin pada masa awal NU. KH Abdul Hadi Zahid, hingga KH Abdullah Faqih adalah tokoh Langitan yang pernah dipercaya menjadi Mustasyar PBNU.
Kini, khidmah tersebut dilanjutkan KH Ma'shum Faqih yang mengemban amanah Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Ia sekaligus mencatatkan sejarah sebagai kiai pertama dari Langitan di jajaran Tanfidziyah PBNU.
KH Ma'shum Faqih menilai terpilihnya logo Muktamar Ke-35 NU membuktikan Langitan terus berkontribusi bagi jam'iyah. Pesantren yang berada di Kecamatan Widang, Tuban tersebut melahirkan karya kreatif para alumninya.
Menurut Gus Ma'shum, khidmah kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan struktural dalam organisasi. Pengabdian juga dapat dituangkan melalui pemikiran kreatif yang membawa manfaat luas bagi warga nahdliyin.
"Karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang membawa manfaat bagi organisasi juga merupakan bagian dari pengabdian. Semoga semangat itu terus hidup dan menginspirasi generasi muda nahdliyin," kata KH Ma'shum.
NU akan melangsungkan Muktamar ke-35 di Ponpes Tambak Beras, Jombang Jawa Timur 27-31 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan hadir membuka mukmar tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....