Tutup Diklat Haji, Menhaj Minta Petugas Bersungguh-sungguh
- 30 Jan 2026 21:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf resmi menutup kegiatan pelatihan bagi para calon petugas haji. Penutupan tersebut berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada hari Jumat, 30 Januari 2026.
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2026 ini berjalan selama satu bulan. Kegiatan penting tersebut bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan teknis kepada seluruh calon petugas di lapangan.
“Setiap tahun Indonesia mengirimkan jamaah terbesar di dunia. Fakta ini menuntut kesiapan yang sungguh-sungguh, tata kelola yang tertib dan kualitas petugas yang diandalkan,” kata Irfan.
Indonesia merupakan sebuah negara dengan jumlah pengirim calon jemaah haji yang terbesar di seluruh dunia. Total kuota haji Indonesia untuk tahun 2026 ini tercatat mencapai angka 221 ribu orang anggota jemaah.
“Saudara adalah semua wakil negara. Jaga nama baik Indonesia, jaga amanah yang dipercaya dan laksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab,” ujarnya.
Penyelenggaraan ibadah haji merupakan sebuah amanah besar yang menyangkut kehormatan serta wibawa bangsa di dunia. Ia meminta agar petugas mematuhi segala etika pelayanan karena itu menyangkut penjagaan terhadap martabat manusia.
“Etika melayani harus jadi pegangan saudara, melayani jamaah berarti menjaga martabat manusia. Etika melayani berarti menghadirkan negara secara nyata disaat jamaah membutuhkan,” ujarnya.
Direktur Jenderal Bina Penyelengaraan Haji dan Umrah (PHU) Puji Raharjo memberikan laporan terkait jumlah peserta pelatihan. Ia menjelaskan sebanyak 1.636 peserta telah terdaftar secara resmi untuk mengikuti pelatihan petugas tersebut.
Puji mengungkapkan terdapat 1.622 petugas yang aktif mengikuti seluruh rangkaian diklat hingga tuntas. Ada enam orang peserta tidak bisa melanjutkan karena sakit serta delapan orang lainnya dinyatakan absen.
Materi pelatihan kali ini fokus pada penguatan kualitas layanan jemaah termasuk latihan baris berbaris militer. Peserta juga mempelajari alur pelayanan di Arab Saudi serta kemampuan penting dalam menggunakan bahasa Arab.
“Kegiatan ini diarahkan untuk memastikan kesiapan petugas secara fisik, mental, dan teknis manajerial dalam memberikan pembinaan pelayanan dan perlindungan kepada jamaah haji Indonesia,” kata Puji.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....