AI Mengguncang Media, PWI Hadapi Tantangan Baru
- 30 Jan 2026 18:57 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kab. Bogor - Hari kedua Retreat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 2026 menghadirkan Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria. Dalam paparannya, Jumat, 30 Januari 2026, pagi, Nezar mengungkapkan fenomena menurunnya optimisme terhadap industri media.
"Survei Reuters bersama Oxford tahun lalu memunculkan fenomena 'zero click' yang menyebabkan penurunan trafik media 43 persen dalam tiga tahun ke depan," kata Nezar dalam acara yang digelar di Puskom Bela Negara, Bogor, Jawa Barat, itu. "Semua itu akibat ketergantungan pengguna media terhadap kecerdasan artifisial (AI)."
Diungkapkan Nezar, AI telah memaksa media mengedepankan model bisnis baru. Mengutip data Reuters, pengelola media sekarang lebih fokus kepada format media selain teks, yakni video dan audio.
Faktor lain yang menarik dicermati adalah terjadinya intrusi logika media sosial dalam industri media. "Dulu, media berpikir dengan logika media sendiri. Tapi, setelah fenonena AI dan algoritma, media konvensional pun kini dipaksa menerima cara berpikir logika media sosial."
Fakta-fakta tersebut menggambarkan betapa beratnya tantangan yang dihadapi PWI saat ini sebagai pelaku industri media. "Kita bisa lihat, aktor-aktor politik pun kini lebih tertarik memanfaatkan media sosial untuk kepentingan politiknya," kata Nezar yang punya pengalaman 25 tahun jadi jurnalis.
“Dari sisi regulasi, Kemkomdigi berkomitmen menyusun kebijakan yang mengedepankan etika, akurasi, dan inklusivitas,” Nezar menegaskan. "Sehingga pers tetap mampu bertahan menjadi rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang benar."
Menurutnya, transformasi digital itu harus dibarengi dengan penguatan etika profesi agar kemajuan teknologi tidak justru melahirkan disinformasi. Nezar menegaskan bahwa etika merupakan benteng utama jurnalistik di tengah maraknya fake news, misinformasi, serta tren “AI Slop” atau produksi konten berbasis kecerdasan buatan tanpa verifikasi.
Selain Nezar, ada dua pejabat lain yang juga memberi materi pada hari kedua. Mereka adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo.
Kegiatan juga diisi dengan penerimaan materi Nilai Dasar Bela Negara yang disampaikan oleh Widyaiswara Puskom Bela Negara. Pembelajaran ini menjadi bekal penting bagi 160 peserta retreat.
Diharapkan mereka mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan kerja dan profesi masing-masing. Khususnya dalam menjalankan tugas jurnalistik yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....