Ketua IPI: Kebiasaan Membaca Fondasi Karakter Pemimpin Bangsa
- 29 Jan 2026 11:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Joko Santoso mengatakan, kebiasaan membaca merupakan fondasi intelektual yang membangun karakter dan pandangan hidup para pemimpin besar Indonesia. Dari kebiasaan itulah muncul gagasan-gagasan besar yang membawa perubahan bagi bangsa ini.
Pendapat tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Joko Santoso, di sela-sela kegiatan Bedah Buku dan Seminar Literasi Nasional bertajuk "Bersama Kutubuku: Mengunyah Buku, Melahap Ilmu", di Gedung Perpustakaan Nasional, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.
"Membaca bagi para pemimpin bangsa bukan sekadar hobi, melainkan pembentuk identitas. Buku yang dibaca menjadi dasar lahirnya gagasan besar dan keberanian untuk membawa perubahan," kata Joko Santoso, yang juga Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI ini.
Ia mencontohkan kisah Mohammad Hatta yang membawa buku ke penjara, dan menjadikan buku sebagai mahar pernikahan sebagai simbol kecintaan mendalam pada ilmu. Joko Santoso juga menegaskan bahwa membaca bukan aktivitas sederhana yang bisa dijelaskan secara hitam-putih.
"Mengapa orang membaca dan perlu membaca tidak bisa dijawab hanya dengan ya atau tidak? Karena diperlukan narasi untuk memperkuat argumen dan memberi daya sugesti agar membaca menjadi kesadaran," ujar Joko.
Ia juga menyoroti riset yang dilakukan oleh Program Internasional untuk Student Assessment (PISA). Program ini menekankan pada variabel matematika, sains, dan membaca, yang pada tahun 2022 menunjukkan kemerosotan minat membaca.
"Kalau kita bandingkan misalnya dari tahun 2009, itu kita menurun. Nah, saya kira ini menjadi satu kewajiban bagi kita semua. Jadi, kita tidak bisa bicara soal gerakan penguatan literasi atau budaya baca itu hanya ramai pada berbagai macam selebrasi saja, tetapi harus ada praktik-praktik langsung," ucapnya.
Bedah buku dan seminar literasi nasional bertajuk yang digelar Pengurus Pusat IPI menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pegiat literasi, akademisi, dan praktisi. Empat penulis buku "Bersama Kutubuku: Mengunyah Buku, Melahap Ilmu" turut memaparkan gagasan mereka.
Para penulis tersebut adalah Komaruddin, Joko Santoso, Antoni Ludfi Arifin, dan Joko Nugroho. Mereka menyoroti pengalaman personal dan refleksi intelektual tentang makna membaca dalam perjalanan hidup dan profesi.
Selain diskusi literasi, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Ketua Umum IPI dan Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpustakaan Nasional RI. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pustakawan dan mendukung percepatan program literasi nasional.
Seminar ditutup dengan ajakan untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar pengisi waktu luang. "Setiap buku selalu menawarkan hal baru. Jawaban atas persoalan bisa ditemukan dalam satu buku atau dari gabungan banyak buku. Kuncinya adalah terus membaca dan mencintai ilmu," pesan yang disampaikan kepada seluruh peserta.
Kegiatan ini menegaskan komitmen IPI dalam mendukung agenda prioritas Perpustakaan Nasional RI. Khususnya, menjadikan perpustakaan sebagai kekuatan strategis dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....