Antisipasi Virus Nipah, Kemenkes Perketat Pengawasan Pintu Masuk
- 27 Jan 2026 15:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk negara menyusul meningkatnya kasus virus Nipah di India. Adapun pengawasan diperketat di bandara dan pelabuhan internasional.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman mengatakan, pemeriksaan dilakukan menggunakan thermal scanner. Selain itu, para penumpang internasional diwajibkan melakukan pengisian data kesehatan.
Menurutnya, penumpang yang terdeteksi memiliki gangguan kesehatan akan langsung menjalani pemeriksaan lanjutan. “Di bandara internasional sudah ada thermal scanner, setiap orang yang masuk ke Indonesia wajib mengisi data kesehatan," kata Aji dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.
Ia mengatakan, hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat spesifik untuk virus Nipah. Penyakit zoonosis tersebut memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi, terutama pada pasien dengan gejala berat.
“Ini yang memang harus diwaspadai oleh masyarakat. Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, artinya ditularkan dari hewan ke manusia,” katanya, menjelaskan.
Sementara itu, Juru Bicara Kemenkes, Widyawati memastikan hingga saat ini belum ada kasus virus Nipah di Indonesia. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi dan media monitoring.
Kemenkes juga telah menerbitkan notifikasi peringatan dini terkait kejadian virus Nipah di India. “Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia,” kata Widyawati di Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
"Informasi tersebut bisa diakses lewat https://infeksiemerging.kemkes.go.id/. Hal ini sebagai bagian dari sistem kewaspadaan nasional juga," ucapnya.
Peningkatan kasus Virus Nipah di India juga menjadi alarm global melalui Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hingga 25 Januari 2026, tercatat lima kasus di India, dengan tingkat kematian mencapai 40 hingga 75 persen.
Sejumlah negara seperti Thailand dan Nepal telah memperketat pintu masuk kedatangan internasional, khususnya dari wilayah terjangkit. Virus Nipah diklasifikasikan sebagai priority pathogen karena potensi wabah dan dampaknya yang serius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....