Sah Jadi Deputi Gubernur BI, Simak Profil Thomas Djiwandono

  • 27 Jan 2026 12:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono resmi ditunjuk sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan Juda Agung. Keputusan tersebut diambil Komisi XI DPR RI melalui mekanisme musyawarah mufakat usai uji kelayakan dan kepatutan.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut Thomas dipilih oleh delapan pimpinan kelompok fraksi dalam rapat internal DPR. Proses fit and proper test terhadap calon Deputi Gubernur BI berlangsung pada 23 dan 26 Januari 2026.

Pria yang akrab disapa Tommy ini, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan putra dari Soedradjad Djiwandono, Gubernur Bank Indonesia periode 1993-1998, dan Biantiningsih Miderawati Djojohadikusumo.

Ibunya, Biantiningsih atau Bianti, merupakan kakak kandung Presiden Prabowo Subianto. Thomas juga tercatat sebagai cicit RM Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) 46.

Pendidikan dasar dan menengah Thomas ditempuh di Jakarta, termasuk di SMP Kanisius Menteng. Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi ke Amerika Serikat.

Thomas meraih gelar Sarjana Studi Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, pada 1994. Pendidikan magister ia selesaikan di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington DC.

Karier profesional Thomas diawali di dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo dan bekerja di Indonesia Business Weekly.

Pada pertengahan 1990-an, Thomas beralih ke sektor keuangan. Ia bekerja sebagai analis di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong, pada 1996–1999.

Setelah kembali ke Indonesia, Thomas menjadi konsultan di Castle Asia, perusahaan konsultan bisnis, pada 1999-2000. Pengalaman tersebut menjadi fondasi peralihannya ke dunia usaha.

Pada 2004, Thomas bergabung dengan PT Comexindo International yang berada di bawah Arsari Group. Ia menempati berbagai posisi strategis, mulai dari Direktur Pengembangan Bisnis, Deputi CEO, hingga CEO pada periode 2010-2024.

Selain itu, Thomas juga menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group sejak 2006 hingga 2024. Kiprahnya di sektor industri dan perdagangan internasional memperkuat rekam jejaknya di bidang ekonomi.

Di bidang politik, Thomas aktif di Partai Gerindra. Ia pernah menjabat sebagai Bendahara Umum sejak 2008 dan pengelolaan logistik serta pendanaan Koalisi Merah Putih pada Pilpres 2014.

Dalam proses pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI, Thomas mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Gerindra per 31 Desember 2025. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Bank Indonesia.

Thomas juga tergabung dalam Tim Gugus Sinkronisasi Bidang Ekonomi dan Keuangan pada masa transisi pemerintahan 2024. Ia dilantik sebagai Wamenkeu pada 18 Juli 2024, hingga terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....