Ekonom Sebut Maritim Perkuat Ekonomi Inklusif Nasional

  • 26 Jan 2026 12:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memprioritaskan sektor maritim, energi, dan pendidikan dalam komitmen investasi Rp90 triliun dari Eropa. Kebijakan ini dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, menyebut sektor maritim dan energi pangan sama-sama penting. Menurutnya, kemandirian pangan dan energi menjadi fondasi utama pembangunan nasional.

“Saya prefer ke sektor-sektor prioritas dari Presiden Prabowo, yaitu sektor maritim. Tetapi sektor yang lain yang tidak kalah pentingnya adalah sektor energi pangan," ujar Esther dalam dialog bersama Pro3 RRI, Senin, 26 Januari 2026.

Esther menekankan pentingnya investasi di sektor energi baru terbarukan. Menurutnya, hal itu sejalan dengan target pembangunan pembangkit energi berkapasitas 100 gigawatt.

Sementara itu, Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal Hastiadi, menilai prioritas maritim memiliki dasar strategis. Ia menyebut sektor tersebut bagian dari roadmap pembangunan nasional jangka panjang.

Menurut Fithra, sektor perikanan dan kapal nelayan sebelumnya telah menjadi fokus kerja sama internasional. Karena itu, kebijakan ini tidak berdiri sendiri, melainkan kesinambungan agenda pembangunan.

Ia menjelaskan, penguatan sektor pendidikan bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Investasi SDM penting agar pembangunan komoditas diikuti peningkatan kemampuan tenaga kerja.

“Kenapa kemarin sektor perikanan? karena memang sebelum-sebelumnya kita juga sudah melakukan beberapa komitmen. Jadi sektor-sektor ini semua sejalan dengan roadmap Asta Cita," ujarnya.

Fithra menegaskan, investasi ini tidak mengabaikan sektor energi dan pangan. Seluruh sektor prioritas tetap berjalan sesuai tahapan dan peta jalan pembangunan nasional.

Ia mengingatkan, kebijakan investasi perlu dipahami dalam kerangka jangka panjang. Karena itu, hasil pembangunan tidak dapat dinilai secara parsial dalam satu periode.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....