Investasi Rp90 Triliun Dorong Ekonomi Maritim Inklusif
- 26 Jan 2026 11:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah membawa pulang komitmen investasi Rp90 triliun dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Eropa. Investasi tersebut salah satunya difokuskan pada penguatan sektor kemaritiman dan kelautan nasional.
Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, sektor maritim berdampak besar terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, sektor ini memiliki efek pengganda signifikan sekaligus bersifat inklusif.
“Ekonomi maritim menyentuh sektor perikanan, pelabuhan, hingga industri pendukung yang menyerap banyak tenaga kerja. Pembangunan ini menjadi semacam sektor utama untuk bisa membuat fondasi pertumbuhan ekonomi kita lebih sustainable dan juga inklusif,” ujar Fithra dalam dialog bersama Pro3 RRI, Senin, 26 Januari 2026.
Ia mengatakan, nilai tukar nelayan dan petani selama ini masih tertekan akibat keterbatasan pembangunan sektor produktif. Ia berharap, investasi maritim dapat memperbaiki kesejahteraan sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Ia menjelaskan, kebijakan ini sejalan dengan trilogi pembangunan Presiden Prabowo Subianto. Trilogi tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta stabilitas berkelanjutan.
Menurutnya, kerja sama internasional menjadi strategi penting mendorong target pertumbuhan ekonomi delapan persen. Ia menyebut, kebutuhan investasi nasional mencapai Rp10.000 triliun, dengan Rp7.000 triliun berasal dari luar negeri.
Untuk itu, lanjut dia, kolaborasi global dinilai menjadi pintu masuk percepatan pembangunan nasional. Komitmen investasi dari Eropa menjadi bagian penting strategi tersebut.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, mengapresiasi masuknya investasi asing. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita berharap agar investasi itu tidak hanya sebesar itu. Maka regulasi dan birokrasi itu harus sinkron antara pemerintah level pusat dengan level daerah,” kata Esther.
Esther mengatakan, kemudahan perizinan dan peningkatan kualitas tenaga kerja menjadi kunci keberhasilan investasi. Menurutnya, tanpa dukungan tersebut, penyerapan tenaga kerja dinilai kurang optimal.
Ia berharap, investasi maritim mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi berkualitas dan berkeadilan. Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....