Menko Airlangga: Realisasi Investasi RI Semester I Tembus Rp1.001 Triliun

  • 21 Jul 2026 03:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Realisasi investasi Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.001 triliun, mendekati setengah dari target tahunan sebesar Rp2.000 triliun.
  • Triwulan kedua 2026 mencatat realisasi investasi sebesar Rp511,8 triliun atau 25 persen dari target tahunan.
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan realisasi investasi menunjukkan tren positif menuju pencapaian target investasi nasional tahun ini.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi investasi Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.001 triliun. Nilai tersebut hampir memenuhi separuh target investasi nasional tahun ini sebesar sekitar Rp2.000 triliun.

Ia mengatakan realisasi investasi menunjukkan tren yang positif. "Realisasi di triwulan kedua tercapai Rp511,8 triliun atau 25 persen dari target sebesar sekitar Rp2.000 triliun," ujar Airlangga usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Ia menjelaskan investasi asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) tumbuh relatif seimbang. Pada triwulan kedua, PMA tercatat sebesar Rp257,7 triliun, sedangkan PMDN mencapai Rp254,1 triliun.

Airlangga mengatakan secara kumulatif realisasi investasi semester pertama telah mencapai Rp1.001 triliun. Angka tersebut setara sekitar 49 persen dari target investasi nasional sepanjang 2026.

Selain investasi, pemerintah juga melaporkan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal pertama mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang masih terkendali sesuai sasaran pemerintah.

"Pertumbuhan PDB tumbuh stabil sebesar 5,61 pada kuartal pertama dengan outlooknya antara 5,6 berdasarkan laporan sementara APBN. Kemudian inflasi terkendali dengan target proyeksi rata-rata di 2,5 plus minus 1, dan ini juga direncanakan akan bisa tercapai," kata Airlangga.

Airlangga menilai capaian tersebut menjadi modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun. Pemerintah akan terus mendorong investasi agar mampu menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....