Psikolog Soroti Perubahan Pola Relasi Sosial Generasi Digital

  • 26 Jan 2026 05:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tren curhat ke AI mencerminkan perubahan besar dalam pola relasi sosial generasi digital. Teknologi kini menggantikan sebagian fungsi interaksi emosional manusia.

Psikolog Salma Ghina Sakinah Safari menilai perubahan ini dipicu kesibukan dan tekanan hidup modern. Ia menyebut, banyak anak muda kesulitan menemukan pendengar yang benar-benar hadir.

Ia menegaskan kurangnya kehadiran emosional keluarga memperbesar jarak komunikasi. AI kemudian hadir mengisi kekosongan relasi tersebut.

"Saat ini dengan keadaan yang semakin menghimpit, akhirnya orang juga pulang ke rumah membawa stressnya dari luar. Akhirnya anak pun tidak ada tempat untuk memproses emosinya, dan sebagainya," ujar Salma dalam dialog bersama Pro3 RRI, Minggu, 25 Januari 2026.

Namun, Salma mengingatkan kedekatan emosional dengan AI bersifat semu. Relasi nyata tetap dibutuhkan untuk pertumbuhan psikologis sehat.

Ia menekankan pentingnya membangun ruang aman dalam keluarga dan lingkungan. Menurutnya, kehadiran manusia tidak tergantikan oleh teknologi.

Kreator konten Tatash Pridasari menilai perubahan ini juga dipengaruhi budaya digital. Ia menyebut, media sosial membentuk kebiasaan mengungkap emosi secara daring.

Menurut Tatash, banyak anak muda merasa lebih nyaman berbagi di ruang virtual. AI kemudian dianggap sebagai pendengar ideal tanpa tekanan sosial.

"AI dirancang untuk memvalidasi, akhirnya dengan validasi-validasi tersebut, mereka meyakini validasi itu. Akhirnya mungkin banget menimbulkan delusi-delusi tertentu," ujarnya.

Tatash menegaskan AI seharusnya menjadi alat pendukung, bukan pengganti relasi manusia. Menurutnya, kehangatan sosial tetap fondasi utama kesehatan mental.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....