Taruna-SSDM Polri Laksanakan Trauma Healing di Aceh Tamiang
- 25 Jan 2026 11:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Aceh Tamiang - Sebanyak sembilan Taruna dan Taruni Akademi Polisi (Akpol) melakukan trauma healing kepada para korban bencana di Aceh Tamiang. Mereka didampingi Biro Psikologi Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri melaksanakan trauma healing anak korban bencana.
Psikolog SSDM Polri AKBP Astiadi Prahastomo memimpin langsung kegiatan trauma healing tersebut. Ia menjelaskan, kegiatan sebagai pertolongan psikologis awal pascabencana.
"Fokus utama trauma healing memulihkan rasa aman dan keceriaan anak-anak. Pendekatan Psychological First Aid efektif menurunkan kecemasan anak," ujarnya dikutip Jakarta, Minggu 25 Januari 2026.
Ia menegaskan, kehadiran sembilan Taruna Akpol sangat membantu proses pendampingan. Para taruna menjadi figur kakak dan sahabat bagi anak-anak.
"Kegiatan ini menjadi aksi kemanusiaan perdana dari rangkaian pengabdian 169 Taruna Akpol. Para taruna dikerahkan ke Aceh Tamiang selama satu bulan penuh," katanya.
Selama penugasan, taruna melaksanakan kegiatan fisik dan nonfisik pascabencana. Kegiatan meliputi pemulihan infrastruktur hingga pendampingan psikososial.
Sementara itu, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan trauma healing merupakan langkah awal penting. Kegiatan mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya anak-anak.
"Selama satu bulan ke depan, Taruna Akpol bekerja bersama masyarakat Aceh Tamiang. Polri hadir tidak hanya memulihkan fisik, tetapi juga mental masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, kegiatan trauma healing menjadi simbol awal pengabdian Taruna Akpol di Aceh Tamiang. Para taruna terus bekerja, melayani, dan menguatkan masyarakat pascabencana.
Sebagai informasi, kegiatan ini bagian pengerahan 169 Taruna Akpol selama satu bulan penuh dalam Latsitardus 2026. Penugasan tersebut untuk pelayanan terpadu pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Trauma healing dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang, Sabtu 24 Januari 2026. Kegiatan ini menyasar 75 anak taman kanak-kanak terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Pendampingan dilakukan melalui Psychological First Aid, permainan edukatif, dan konseling kelompok kecil. Anak-anak juga mengikuti berbagai aktivitas kreatif untuk memulihkan rasa aman.
Kegiatan bertujuan menenangkan emosi dan mengembalikan semangat anak-anak pascabencana. Anak-anak diberi ruang mengekspresikan perasaan serta membangun kembali kepercayaan diri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....