Menkomdigi: Inklusivitas Jadi Ukuran Kecepatan Digital ASEAN

  • 24 Jan 2026 02:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, kecepatan transformasi digital ASEAN tidak hanya diukur dari teknologi canggih. Menurutnya, yang terpenting adalah luas manfaat teknologi bagi masyarakat.

Menkomdigi menekankan perkembangan teknologi harus dirasakan oleh seluruh masyarakat. Kepastian pemanfaatan merata menjadi tantangan bagi Indonesia dan ASEAN.

“Definisi kecepatan adalah seberapa cepat teknologi tersebar ke 700 juta penduduk. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan teknologi tersedia untuk semua," kata Meutya dalam diskusi “Is ASEAN Moving Fast Enough?” dalam rangkaian WEF 2026 di Davos, Swiss, Jumat, 23 Januari 2026.

Menurutnya, pertanyaan utama bukan seberapa cepat transformasi berlangsung. Namun sasaran kecepatan tersebut untuk siapa dan ke arah mana.

Meutya menyoroti narasi kecepatan digital sering terjebak pada angka adopsi AI. Ia mengatakan, nilai ekonomi bukan satu-satunya tolok ukur kesiapan digital.

Inklusivitas menjadi bagian tak terpisahkan dari kesiapan digital. Menkomdigi memastikan, teknologi harus mampu menjangkau semua lapisan masyarakat.

Ia menekankan, kecepatan infrastruktur tidak berarti tanpa literasi digital. Literasi khususnya penting bagi generasi muda menghadapi bonus demografi.

“Bonus demografi hanya bermanfaat jika mereka terampil. Namun, pendidikan dan literasi harus dipercepat bersama infrastruktur," ujarnya.

Meutya mengingatkan ASEAN harus menyiapkan generasi yang terampil teknologi. Tanpa itu, transformasi digital hanya menjadi angka statistik semata.

“Bonus demografi hanya akan bermanfaat jika mereka terampil. Jadi, kita harus melihat seberapa cepat kita bisa mengedukasi dan meliterasi rakyat kita," ujarnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....