Komisi IV: Harga Sapi 'Feedloter' Tinggi Sejak Awal

  • 22 Jan 2026 10:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah menyoroti, harga sapi hidup dari 'feedloter' (kandang penggemukan) yang terlalu tinggi. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu penyebab harga daging sapi di pasaran meroket.

Para pedagang, kata politikus PKB ini, tidak memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan daging sapi. Karena, pasokan sapi potong saat ini didominasi oleh 'feedloter' besar.

“Harga sapi dari 'feedloter' sudah tinggi sejak awal, pedagang mengeluh karena harga beli sapi tidak sebanding. Dengan daya serap pasar, ini membuat rantai usaha dari hulu ke hilir tidak sehat,” kata Hindun dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Jika harga di tingkat feedloter tidak diawasi, menurutnya tekanan terus bergeser ke pedagang dan akhirnya ke konsumen. Maka dari itu, pemerintah boleh semata fokus pada hilir, tetapi juga berani mengevaluasi struktur dan distribusi harga.

“Kalau dari hulu sudah mahal, pedagang mau tidak mau menaikkan harga, ujungnya masyarakat yang terbebani. Negara harus hadir mengawasi agar harga sapi dari feedloter lebih rasional,” ucap Hindun.

Kemudian, Hindun mengingatkan, situasi ini harus segera diberikan solusi konkret. Jangan sampai, kerugian dirasakan semua pihak akibat daging sapi meroket.

“Kalau ini terus dibiarkan, justru makin banyak yang rugi, pedagang rugi, masyarakat apalagi. Pemerintah tidak boleh menunggu sampai mogok massal benar-benar terjadi,” ujar Hindun.

Sebelumnya diberitakan, pedagang daging sapi Se-Jabodetabek yang tergabung dalam APDI berencana mogok jualan. Aksi mogok jualan itu, karena dialog dengan stakeholder terkait tidak membuahkan hasil.

Ketua Umum APDI DKI Jakarta, Wahyu Purnama mengatakan, kondisi pasar sudah tidak sehat bagi pedagang kecil-menengah. Kondisi harga sapi saat ini, sangat berdampak pada masyarakat menengah ke bawah.

"Seluruh anggota APDI bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi berhenti berjualan atau mogok dagang. Kami menimbang aspirasi anggota bandar sapi potong dan pedagang daging hilirisasi pasar tradisional se-Jabodetabek," kata Wahyu dalam surat terbuka, Rabu 21 Januari 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....