BPOM Kerja Sama Singapura, Buka Ekspor Vaksin Indonesia

  • 21 Jan 2026 17:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar menyebut kerjasama dengan HSA Singapura membuka peluang besar ekspor vaksin Indonesia. Ia mengatakan vaksin produksi dalam negeri telah memperoleh status WLA (WHO Listed Authority) sehingga dapat diedarkan secara global.

Taruna menjelaskan Indonesia memiliki tiga industri vaksin besar yakni Bio Farma, Biotis, dan Etana. Ia menegaskan vaksin produksi nasional telah mendapatkan izin edar pemerintah dan diakui secara internasional.

“Itu biotis produk vaksin ini kita kan memiliki vaksin dan ini sudah mendapatkan stempel WLA. Artinya vaksin-vaksin yang diproduksi di Indonesia sudah dapat izin edar dari Badan POM Itu bisa diedarkan ke seluruh dunia ke 196 negara,” katanya secara langsung kepada RRI.co.id di kantor BPOM, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurutnya, bekerja sama dengan Singapura sangat penting karena Singapura memiliki posisi strategis sebagai pusat lalu lintas ekonomi kawasan selatan Asia. Ia menyebut kerjasama ini memungkinkan produk vaksin Indonesia masuk pasar internasional melalui Singapura.

“Singapura adalah tempat lalu lintasnya ekonomi khususnya di area selatan, karena posisinya strategis kan?. Jadi kalau kita kerjasama, artinya produk vaksin kita atau produk obat kita kita bisa pasarnya untuk pasar luar negeri lewat Singapura,” ujarnya.

Taruna menegaskan kerja sama harus menguntungkan kedua negara melalui mekanisme mutual agreement dan joint assessment. Ia menyebut Indonesia dan Singapura dapat saling menjadi referensi standar pengawasan obat dan vaksin.

“Apa yang kita telah uji seharusnya mereka terima saja, karena kan dia sudah percaya standar yang kita miliki, yang disebut dengan reliance. Kemudian tentu kita berdua bisa menjadi referensi terhadap standar, jadi banyak hal yang kita bisa lakukan bersama dan itu menguntungkan,” ucapnya.

Ia juga menyebut Indonesia memiliki pasar domestik besar dengan jaringan industri farmasi, Pedagang Besar Farmasi (PBF), apotek, dan fasilitas kesehatan luas. Ia menilai kondisi tersebut menjadi kekuatan utama dalam pengembangan dan distribusi vaksin nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....