Eastpring Indonesia Gandeng WWF Dukung Pulihkan Sumatra

  • 21 Jan 2026 11:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Bencana yang melanda Sumatra pada bulan November 2025 memberikan dampak besar terhadap lingkungan dan hutan. Sebagai respon terhadap bencana tersebut, PT Eastspring Investments Indonesia (Eastspring Indonesia) bekerja sama dengan World Wide Fund for Nature (WWF Indonesia).

Ini sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan atau CorporateSocial

Responsibility (CSR) untuk melaksanakan program Eastspring Peduli Sumatra.

CEO Eastspring Indonesia, Sulystari mengatakan, kegiatan itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan.

"Melalui program Eastspring Peduli Sumatra, kami bermaksud mengajak publik untuk berpartisipasi. Dalam program kemanusiaan dengan berinvestasi pada (subscription) Reksa Dana Eastspring Indonesia antara bulan Februari hingga Maret 2026," kata dia.

"Dari dana yang diterima dalam investasi (subscription) Reksa Dana, kami akan mendistribusikan sebagian dari pendapatan perusahaan. Untuk didonasikan kepada WWF Indonesia, yang akan digunakan untuk mendukung upaya pemulihan pasca bencana banjir besar yang telah terjadi di beberapa daerah di Sumatra."

Direktur Partnership WWF- Indonesia Rusyda Deli, mengatakan, sejak awal terjadinya bencana, pihaknya telah memberikan respon cepat. Untuk mendukung dan meringankan beban masyarakat yang terdampak di Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Bireun.

"Hingga saat ini, kami telah menyalurkan sekitar 150 ton bantuan logistik telah disalurkan ke sekitar 50 desa. Yang meliputi kebutuhan dasar, penerangan, dan dukungan komunikasi," kata dia.

"Inisiatif ini adalah bagian dari kerja bersama untuk membantu masyarakat bangkit setelah bencana. Di masa mendatang, pemulihan ekosistem pasca bencana menjadi langkah penting agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan secara berkelanjutan."

Melalui program EastspringPeduli Sumatra, pihaknya berharap dapat terus mendukung masyarakat Aceh. Terutama dalam proses pemulihan terutama di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireun".

Bencana, kata Founder Narasi Najwa Shihab, tidak pernah benar-benar selesai di fase darurat. "Pemulihan lingkungan dan penguatan komunitas adalah pekerjaan panjang yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi," kata Najwa.

"Upaya bersama seperti ini menjadi penting agar kepedulian tidak berhenti di empati. Tetapi berlanjut menjadi partisipasi yang berdampak."

Eastspring Indonesia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendorong upaya kemanusiaan lainnya yang berdampak luas bagi masyarakat. Serta menginspirasi industri keuangan untuk dapat bergerak bersama dalam kepedulian terhadap Bencana Sumatra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....