Kementerian Bentuk Klinik UMKM Bangkit, Pascabencana Sumatra

  • 07 Jan 2026 18:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan kementerian UMKM telah membentuk ‘Klinik UMKM Bangkit’ pascabencana Sumatra. Program tersebut bertujuan meringankan beban pelaku usaha terdampak melalui layanan pembiayaan, pemasaran produk lokal, serta dukungan produksi.

Ia menjelaskan, layanan pembiayaan mencakup relaksasi pinjaman, piutang usaha, dan pemetaan penghapusan kewajiban di beberapa wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan agar pelaku UMKM di wilayah terdampak tidak lagi terbebani hutang pascabencana.

“Terkait piutang, pinjaman usaha, dan lain sebagainya UMKM di wilayah terdampak diberikan relaksasi, dan nanti akan kita petakan mana-mana saja yang akan dihapuskan. Itu yang pertama dulu, agar para usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah-daerah terdampak itu tidak diberikan beban,” ujarnya di konferensi pers ‘Rapat Terbatas Menteri (RTM) terkait Pemberdayaan Masyarakat Pascabencana Sumatra’ di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).

Maman mengatakan, selain pembiayaan, Kementerian UMKM juga mengaktifkan pembelian produk lokal serta dukungan produksi bagi pelaku usaha. Ia menambahkan, aktivasi gotong royong dilakukan melalui pembersihan warung, toko, dan pasar di seluruh daerah terdampak.

Ia menyebut, upaya tersebut mulai mendorong pergerakan ekonomi dan memasuki tahap pemantauan pemulihan komprehensif. Pemerintah menargetkan fase rekonstruksi serta pemulihan ekonomi dimulai 9 Januari mendatang melalui koordinasi lintas kementerian.

“Pada prinsipnya kami kementerian UMKM akan terus berkoordinasi dengan Kemenko Pemberdayaan Masyarakat untuk menindaklanjuti pemberdayaan ekonomi ini. Serta menumbuh kembangkan kembali UMKM-UMKM yang ada di daerah terdampak,” ucapnya. 

Di kesempatan yang sama, Menteri Ekonomi Kreatif Riefky Harsya menyoroti upaya kebangkitan industri ekonomi kreatif pascabencana. Ia menyebut, fokus pemulihan diarahkan bagi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara melalui kolaborasi lintas sektor.

Riefky menegaskan, program pemulihan menyasar pegiat ekonomi kreatif daerah serta penguatan desa-desa kreatif. Ia juga menyampaikan, kolaborasi melibatkan asosiasi, pekerja seni, swasta dan nasional untuk pemulihan ekonomi kreatif berkelanjutan.

“Ini juga kami berkolaborasi dengan para asosiasi-asosiasi, para pekerja seni, dan juga swasta, nasional yang juga ingin berpartisipasi. Sehingga, industri kreatif dan pegiat ekonomi kreatif yang ada di daerah tersebut dapat bangkit kembali, bahkan bisa lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....